KABAR BENIH Jadi Terobosan Baru Pelayanan Pembudidaya Kubar

Kesenjangan pemenuhan benih lokal yang hanya 0,18 persen dari proyeksi kebutuhan mendorong Pemkab Kubar menghadirkan KABAR BENIH untuk menata informasi stok, jadwal distribusi, dan antrean pembudidaya.

KUTAI BARAT – Kesenjangan antara kebutuhan dan ketersediaan benih ikan lokal mendorong Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Barat (Kubar) memperbaiki tata kelola pelayanan kepada pembudidaya. Melalui Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Balai Benih Ikan, Dinas Perikanan Kubar meluncurkan KABAR BENIH (Kalender Ketersediaan Benih dan Antrean Terintegrasi) untuk memberikan kepastian informasi stok dan jadwal pengambilan benih.

Inovasi tersebut diperkenalkan bersamaan dengan Sosialisasi Standar Pelayanan Publik di Kantor Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappedalitbang) Kubar, Rabu (23/09/2026). Sistem itu dirancang agar pembudidaya dapat mengetahui ketersediaan benih sekaligus menyesuaikan pemesanan dengan kapasitas produksi UPTD.

Kepala Dinas Perikanan Kubar Leonard Yudiarto mengatakan, KABAR BENIH disiapkan untuk menjawab kebutuhan pembudidaya terhadap pelayanan yang lebih pasti dan terstruktur.

“Inovasi pelayanan KABAR BENIH ini sangat bermanfaat dan menjadi solusi nyata bagi masyarakat pembudidaya ikan di Kabupaten Kutai Barat. Inovasi ini memberikan kepastian informasi mengenai ketersediaan stok benih,” ujar Leonard, sebagaimana diberitakan Kaltim Post, Rabu, (23/09/2026).

Ia menilai penerapan sistem tersebut secara berkelanjutan dapat membantu meningkatkan produksi perikanan budidaya sekaligus membuka peluang peningkatan kesejahteraan pembudidaya di Kubar.

Kepala UPTD Balai Benih Ikan Kubar Teysen Fernandes menjelaskan, kebutuhan terhadap sistem pelayanan tersebut tidak terlepas dari tingginya aktivitas perikanan budidaya yang belum diimbangi kemampuan pemenuhan benih dari produksi lokal.

Berdasarkan data Dinas Perikanan, proyeksi kebutuhan benih pada 2026 mencapai sekitar 14,2 juta ekor. Sementara itu, tingkat pemenuhan benih lokal tercatat hanya 0,18 persen atau sekitar 22.618 ekor. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya pengelolaan informasi dan distribusi benih yang lebih terencana.

Melalui KABAR BENIH, pembudidaya dapat memantau jadwal ketersediaan dan pengambilan benih secara transparan. Sistem tersebut juga menyediakan notifikasi melalui WhatsApp sehingga informasi pelayanan dapat diterima dengan lebih mudah.

Selain mempermudah akses informasi, sistem antrean terintegrasi dirancang untuk mencegah overbooking atau pemesanan melebihi kapasitas produksi. Pesanan akan disesuaikan dengan kemampuan produksi UPTD sehingga penumpukan antrean dapat ditekan.

Pengaturan jadwal distribusi juga diharapkan membantu menjaga kualitas benih hingga diterima pembudidaya. Dengan jadwal yang lebih terukur, proses pelayanan dapat disesuaikan dengan kapasitas produksi dan kebutuhan masyarakat.

Pemkab Kubar menempatkan inovasi tersebut tidak hanya sebagai pembaruan sistem pelayanan publik, tetapi juga sebagai bagian dari penguatan sektor perikanan budidaya. Penerapan KABAR BENIH diharapkan mendukung ketahanan pangan, pengembangan ekonomi biru, serta peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat.

Peluncuran inovasi itu sekaligus menjadi langkah Dinas Perikanan Kubar dalam membangun pelayanan yang lebih transparan, terukur, dan terintegrasi. Dengan adanya kepastian mengenai stok, jadwal, dan antrean, pembudidaya diharapkan dapat menyusun kegiatan produksi secara lebih baik sekaligus mendorong keberlanjutan usaha perikanan budidaya di Kubar. []

Redaksi 03

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *