CSR Banjar Didorong Jadi Penguat Ketahanan Daerah

Pemkab Banjar mendorong dunia usaha mengarahkan program CSR pada mitigasi bencana, perlindungan lingkungan, peningkatan kualitas SDM, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

BANJAR – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banjar mendorong perusahaan menjadikan program tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR) sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan daerah, terutama dalam menghadapi bencana, persoalan lingkungan, kemiskinan, dan ketimpangan ekonomi.

Dorongan tersebut disampaikan dalam Anugerah Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (CSR Award) Kabupaten Banjar 2026 yang digelar Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Banjar di Hotel Treepark, Kertak Hanyar, Rabu (23/09/2026).

Sekretaris Daerah (Sekda) Banjar Yudi Andrea yang mewakili Bupati Banjar Saidi Mansyur mengatakan, kontribusi dunia usaha diperlukan agar pembangunan daerah tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM), kemandirian masyarakat, kelestarian lingkungan, dan kesiapsiagaan menghadapi bencana.

“Kita ingin membangun Kabupaten Banjar yang tidak hanya tumbuh secara ekonomi, tetapi juga memiliki SDM yang unggul dan berkarakter, masyarakat yang mandiri secara ekonomi, lingkungan yang terjaga, serta siap menghadapi risiko bencana,” ujar Yudi sebagaimana diberitakan Media Center Banjar, Rabu, (23/09/2026).

Menurut Yudi, pembangunan tidak dapat sepenuhnya dilakukan pemerintah tanpa dukungan pihak lain. Kolaborasi pentahelix yang melibatkan pemerintah, dunia usaha, masyarakat, akademisi, dan media dinilai diperlukan untuk menjawab berbagai persoalan di Banjar.

Sejumlah tantangan yang masih dihadapi antara lain kebakaran hutan dan lahan (karhutla), banjir, puting beliung, dan longsor. Di sisi lain, persoalan persampahan, kualitas lingkungan, keterbatasan Penerangan Jalan Umum (PJU), stunting, gizi anak, kemiskinan, serta ketimpangan ekonomi juga membutuhkan perhatian bersama.

Karena itu, Yudi meminta perusahaan mengarahkan program CSR pada kebutuhan strategis daerah, terutama upaya mitigasi dan kesiapsiagaan bencana. Program tersebut dapat diwujudkan melalui penguatan Masyarakat Peduli Api (MPA), edukasi pengelolaan lahan tanpa bakar, pembangunan sekat kanal dan embung air, rehabilitasi lahan, hingga pelatihan kesiapsiagaan menghadapi bencana.

Selain bidang kebencanaan, CSR juga diharapkan memberi kontribusi pada pengelolaan sampah terpadu, penyediaan PJU, peningkatan kesehatan dan gizi masyarakat, serta pemberdayaan ekonomi. Arah tersebut diharapkan membuat kontribusi dunia usaha semakin terukur dan memberikan dampak yang lebih luas bagi masyarakat.

“Kepada seluruh penerima CSR Award, saya ucapkan selamat. Jadikan penghargaan ini bukan sebagai akhir, tetapi sebagai awal untuk berbuat lebih besar, lebih baik dan lebih berdampak,” pesannya.

Kepala Bapperida Kabupaten Banjar Anna Rosida Santi menjelaskan, penghargaan tersebut tidak hanya menjadi bentuk apresiasi terhadap dunia usaha, tetapi juga menjadi sarana evaluasi agar pelaksanaan CSR semakin inovatif, berkelanjutan, dan sesuai dengan prioritas pembangunan daerah serta Sustainable Development Goals (SDGs) Kabupaten Banjar.

Pada pelaksanaan tahun ini, sebanyak 21 perusahaan menyampaikan laporan kegiatan CSR. Selain itu, terdapat 10 individu yang mempresentasikan implementasi Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (TSP) berkelanjutan.

Seluruh peserta terlebih dahulu melalui proses verifikasi terhadap pelaksanaan program CSR berkelanjutan. Penilaian dilakukan dewan juri dari unsur akademisi, Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Kalimantan Selatan, serta Sekretariat Daerah Kabupaten Banjar.

Penghargaan kemudian diserahkan Sekda Banjar Yudi Andrea didampingi Kepala Bapperida Anna Rosida Santi dan Asisten Perekonomian dan Pembangunan Ikhwansyah.

Pada kategori Terbaik Utama, PT Kadya Caraka Mulia meraih Terbaik I, disusul PT United Tractors sebagai Terbaik II dan Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Pasar Bauntung Batuah sebagai Terbaik III.

Untuk kategori Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat, Terbaik I diraih PT Kadya Caraka Mulia, Terbaik II PT Trakindo Utama Banjarmasin, dan Terbaik III PT United Tractors.

Kategori Lingkungan Hidup menempatkan PT Kadya Caraka Mulia sebagai Terbaik I, PT Perkebunan Nusantara (PTPN) IV Regional V Danau Salak sebagai Terbaik II, dan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Unit Induk Distribusi (UID) Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah (Kalselteng) sebagai Terbaik III.

Pada kategori Pendidikan, Perumda Pasar Bauntung Batuah meraih Terbaik I, PT Kadya Caraka Mulia Terbaik II, dan Yayasan Pendidikan Pondok Darul Hijrah Putri Terbaik III.

Sementara itu, kategori Kesehatan menempatkan PT Kadya Caraka Mulia sebagai Terbaik I, Rumah Sakit (RS) Pelita Insani Terbaik II, dan PT Talenta Bumi Terbaik III.

Untuk kategori Tata Kelola Pelaksanaan TSP, Perumda Pasar Bauntung Batuah meraih Terbaik I, PT Talenta Bumi Terbaik II, dan PT Perusahaan Daerah Baramarta Terbaik III.

Adapun kategori Individu Implementasi TSP Berkelanjutan menempatkan Denny Apriyannor dari PT Kadya Caraka Mulia sebagai Terbaik I, Mochammad Arief Pramujianto dari PT United Tractors sebagai Terbaik II, dan Ahmad Humaidi dari PLN UID Kalselteng sebagai Terbaik III.

Rangkaian penghargaan tersebut diharapkan tidak berhenti pada pengakuan atas program yang telah berjalan. Kontribusi perusahaan diarahkan semakin selaras dengan kebutuhan masyarakat sehingga CSR dapat menjadi bagian dari penguatan ketahanan bencana, kualitas lingkungan, kesehatan, pendidikan, dan kemandirian ekonomi di Banjar. []

Redaksi 03

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *