PGPI Kaltara Didorong Perkuat Kerukunan dan Peran Sosial

Rakerprov PGPI Kaltara didorong menghasilkan program yang memperkuat pelayanan jemaat, pemberdayaan masyarakat, serta kerukunan antarumat beragama di Kaltara.

TARAKAN – Persekutuan Gereja-Gereja Pantekosta Indonesia (PGPI) Kalimantan Utara (Kaltara) didorong memperluas peran sosial dan kemasyarakatan melalui program kerja yang menyentuh kebutuhan jemaat sekaligus mendukung kerukunan antarumat beragama.

Dorongan tersebut disampaikan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara dalam Rapat Kerja Provinsi (Rakerprov) PGPI Kaltara di Gereja Betesda Indonesia God The Miracle (GTM) Tarakan, Rabu (23/09/2026) malam. Forum organisasi tersebut diharapkan tidak hanya menghasilkan agenda internal, tetapi juga program yang dapat diterapkan dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Staf Ahli Gubernur Bidang Hukum, Kesatuan Bangsa dan Pemerintahan Sekretariat Daerah Provinsi (Setdaprov) Kaltara Tomy yang mewakili Gubernur Kaltara mengatakan, Rakerprov menjadi ruang bagi PGPI untuk mengevaluasi pelaksanaan program sekaligus menyusun langkah organisasi berikutnya.

“Rakerprov bukan hanya membahas agenda organisasi. Ini juga menjadi kesempatan untuk melihat kembali apa yang sudah dilakukan dan menyusun program yang lebih baik ke depan,” kata Tomy sebagaimana diberitakan Dkisp, Rabu, (23/09/2026).

Menurut Tomy, program yang disusun PGPI Kaltara diharapkan mampu menjawab kebutuhan gereja dan jemaat sekaligus mengambil bagian dalam persoalan sosial yang dihadapi masyarakat. Bidang yang dapat diperkuat antara lain pembinaan iman, pendidikan, kepemudaan, pelayanan sosial, pemberdayaan masyarakat, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), serta penguatan kerukunan antarumat beragama.

Ia menilai pembangunan daerah tidak hanya berkaitan dengan pembangunan fisik dan pertumbuhan ekonomi. Pembentukan mental, moral, dan spiritual masyarakat juga menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari pembangunan Kaltara.

“Karena itu, sinergi pemerintah daerah dengan lembaga keagamaan seperti PGPI perlu terus diperkuat. Kerja sama ini penting untuk mendukung pembangunan Kaltara yang maju, makmur, dan berkelanjutan,” ujarnya.

Dalam konteks kehidupan sosial, PGPI Kaltara juga diharapkan terus berkontribusi menjaga kerukunan, persatuan, dan kesatuan masyarakat. Peran tersebut dinilai penting untuk menciptakan lingkungan sosial yang kondusif di tengah keberagaman masyarakat Kaltara.

Tomy kemudian mengajak peserta Rakerprov membangun komunikasi secara terbuka dan mengedepankan semangat kebersamaan selama proses pembahasan. Dengan demikian, keputusan organisasi tidak berhenti sebagai hasil rapat, tetapi dapat diterjemahkan menjadi kegiatan yang benar-benar dilaksanakan.

“Semoga Rakerprov ini menghasilkan keputusan dan program yang benar-benar bisa dilaksanakan serta memberi manfaat bagi gereja dan masyarakat,” pungkasnya.

Rakerprov tersebut turut dihadiri Ketua Umum PGPI Jason Joram Balompueng, Ketua PGPI Kaltara Andarias Pakiding, serta Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Kaltara Muhammad Saleh. Kehadiran sejumlah pemangku kepentingan tersebut menjadi bagian dari dukungan terhadap penguatan peran lembaga keagamaan dalam kehidupan sosial dan pembangunan daerah. []

Redaksi 03

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *