Malinau Buka Akses Pelatihan untuk Cetak Wirausaha Baru

Sebanyak 30 peserta mengikuti Pelatihan Kewirausahaan Mandiri 2026 di Malinau dengan materi mulai dari pengembangan ide usaha hingga pemasaran digital untuk mendorong lahirnya wirausaha baru.

MALINAU – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malinau membuka akses pelatihan kewirausahaan bagi masyarakat melalui proses rekrutmen yang dilakukan secara terbuka. Sebanyak 30 peserta terpilih mengikuti Pelatihan Kewirausahaan Mandiri 2026 yang dirancang untuk membekali warga dengan kemampuan mengembangkan usaha sekaligus memahami kebutuhan dunia kerja.

Pelatihan yang digelar Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Malinau di Aula PKK Malinau itu berlangsung selama tiga hari, 23-25 September 2026. Peserta tidak hanya mendapatkan materi dasar kewirausahaan, tetapi juga dibekali kemampuan menyusun rencana usaha, mengelola keuangan, memasarkan produk, hingga memanfaatkan teknologi digital.

Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Malinau Jon Ifung mengatakan program tersebut diarahkan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus memperkuat kemampuan masyarakat dalam membangun usaha secara mandiri.

“Pelatihan kewirausahaan mandiri ini khusus bertujuan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan usaha mandiri serta menyiapkan tenaga kerja yang memiliki kompetensi sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri,” ujarnya.

Menurut Jon, kegiatan tersebut menjadi bagian dari program Dinas Ketenagakerjaan yang mendukung inovasi daerah melalui Milenial Mandiri tahun anggaran 2026. Materi pelatihan mencakup pengenalan dan pengembangan ide usaha, identifikasi peluang usaha, penyusunan rencana usaha, pengelolaan usaha dan keuangan sederhana, strategi pemasaran, pengembangan produk, serta pemanfaatan teknologi dan pemasaran digital.

Peserta juga memperoleh materi motivasi dan pengembangan mental kewirausahaan. Bekal tersebut diharapkan tidak berhenti pada pemahaman teori, tetapi dapat diterapkan dalam pengelolaan usaha setelah pelatihan berakhir.

“Harapan kami, pelatihan ini tidak hanya berhenti pada kegiatan pembelajaran selama tiga hari, tetapi dapat dilanjutkan dengan penerapan ilmu dan keterampilan yang diperoleh,” katanya.

Dari sisi akses peserta, Dinas Ketenagakerjaan Malinau menerapkan mekanisme pendaftaran daring melalui situs SAGET Malinau. Setelah pendaftaran, calon peserta menjalani tahapan verifikasi dan seleksi sebelum ditetapkan sebagai peserta pelatihan.

Jon menilai mekanisme tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas akses masyarakat terhadap program pemerintah sekaligus meningkatkan transparansi dan efektivitas proses rekrutmen.

Selain pelatihan kewirausahaan, Dinas Ketenagakerjaan Malinau sepanjang 2026 juga menjalankan sejumlah program peningkatan keterampilan lainnya. Pelatihan teknik las diikuti 16 peserta selama 32 hari di Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Samarinda.

Program lainnya berupa pelatihan teknis servis AC dengan 16 peserta selama 32 hari di Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Bekasi serta pelatihan menjahit tingkat mahir dengan 16 peserta selama 32 hari di Balai Samarinda.

Adapun pelatihan servis motor injeksi masih berlangsung di Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Bandung. Kegiatan itu diikuti 16 peserta selama 35 hari, mulai 2 September hingga 22 Oktober 2026.

Rangkaian pelatihan tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan keterampilan peserta, tetapi juga memperluas kesempatan masyarakat untuk memasuki dunia kerja dan membangun usaha sendiri. Pemkab Malinau menargetkan program peningkatan kompetensi itu dapat mendorong produktivitas, melahirkan wirausaha baru, serta membuka peluang lapangan kerja di Malinau. []

Redaksi 03

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *