Pemkab Mahulu menyiapkan kajian rencana induk, lingkungan, dan lalu lintas sebagai pijakan menentukan pengembangan Dermaga Induk Batu Dinding secara aman, terukur, dan berkelanjutan.
MAHAKAM ULU – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mahakam Ulu (Mahulu) menyiapkan hasil kajian terpadu sebagai dasar penentuan arah pengembangan Dermaga Induk Batu Dinding di Kampung Long Melaham, termasuk aspek keselamatan, lingkungan, lalu lintas, dan peningkatan pelayanan kepada pengguna jasa pelabuhan.
Komitmen tersebut mengemuka dalam Presentasi Laporan Antara Kajian Rencana Induk Pelabuhan, Dokumen Lingkungan Kepentingan (DLKP), Dokumen Lingkungan Kerja (DLKR), dan Analisis Dampak Lalu Lintas (Andalalin) Dermaga Induk Batu Dinding yang digelar di Ruang Rapat Balkoni, Lantai III Kantor Bupati Mahulu, Kamis (24/09/2026).
Kegiatan yang difasilitasi Dinas Perhubungan (Dishub) Mahulu itu dibuka oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Mahulu Stephanus Madang mewakili Bupati Mahulu. Dalam sambutan Bupati yang dibacakan Sekda, rangkaian kajian tersebut diharapkan mampu memberikan arah dan pedoman yang jelas bagi pengembangan serta peningkatan fasilitas dermaga.
“Sehingga mampu memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat dan pengguna jasa pelabuhan,” ujar Stephanus saat membacakan sambutan Bupati, sebagaimana diberitakan Prokopim, Kamis, (24/09/2026).
Presentasi laporan antara tersebut berlangsung selama dua hari, yakni 24–25 September 2026. Pada hari pertama, pembahasan mencakup Kajian Rencana Induk Pelabuhan serta penyusunan DLKP Dermaga Batu Dinding.
Agenda kemudian dilanjutkan pada Jumat (25/09/2026) dengan pembahasan penyusunan DLKR serta kajian Andalalin Dermaga Induk Batu Dinding.
Pemkab Mahulu menekankan agar seluruh kajian tidak hanya berorientasi pada aspek teknis pembangunan, tetapi juga mempertimbangkan keamanan, kenyamanan, dan keselamatan dalam aktivitas di kawasan pelabuhan. Hal itu mencakup pergerakan penumpang hingga kegiatan bongkar muat barang.
“Dengan pengelolaan yang tepat, fungsi dan peran pelabuhan dapat berjalan secara optimal dan berkesinambungan,” jelasnya.
Dalam penyusunan kajian, Pemkab Mahulu juga meminta Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang selaku pihak ketiga bekerja secara objektif dengan menggunakan data dan kondisi faktual di lapangan sebagai dasar analisis.
Hasil kajian tersebut diharapkan tidak berhenti pada dokumen perencanaan, tetapi menghasilkan rekomendasi yang jelas, terukur, dan dapat diterapkan sebagai bahan pengambilan kebijakan.
“Setiap aspek teknis, keselamatan, lalu lintas, dan lingkungan agar dikaji secara terpadu, sehingga hasil akhirnya dapat menjadi dasar yang kuat bagi Pemkab Mahulu dalam menentukan arah pengembangan Dermaga Induk Batu Dinding dan kawasan pendukungnya,” pungkasnya. []
Redaksi 03
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan