Delegasi Indonesia meninggalkan ruang Sidang Majelis Umum PBB ketika PM Israel Benjamin Netanyahu hendak menyampaikan pidato, bersamaan dengan aksi serupa yang dilakukan sejumlah negara.
NEW YORK – Delegasi Indonesia meninggalkan ruang Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ketika Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu bersiap menyampaikan pidato di New York, Kamis (24/09/2026) waktu setempat atau Jumat (25/09/2026) dini hari waktu Indonesia Barat (WIB). Aksi tersebut terekam dalam video yang disampaikan Perutusan Tetap Republik Indonesia (PTRI) di New York.
Dalam rekaman tersebut, para diplomat Indonesia yang sebelumnya berada di tempat duduk terlihat berdiri, mengambil barang bawaan, kemudian keluar dari ruang sidang ketika Netanyahu menuju mimbar. Setelah delegasi Indonesia meninggalkan ruangan, kursi yang sebelumnya ditempati perwakilan Indonesia tampak kosong. Aksi tersebut juga dilakukan sejumlah delegasi negara lain.
Langkah Indonesia itu berlangsung ketika puluhan delegasi meninggalkan aula Sidang Majelis Umum PBB menjelang pidato Netanyahu. Berdasarkan pendataan pihak Israel yang dikutip media Israel, terdapat 77 negara yang tidak berada di dalam ruangan selama pidato PM Israel tersebut. Angka itu mencakup negara yang meninggalkan ruangan ketika Netanyahu mulai berbicara maupun negara yang sejak awal tidak hadir.
Sejumlah negara yang disebut dalam pendataan tersebut antara lain Mesir, Yordania, Lebanon, Suriah, Arab Saudi, Turki, Iran, Indonesia, Malaysia, Pakistan, Spanyol, Brasil, Afrika Selatan, dan Irlandia. Namun, angka 77 negara tersebut merupakan pendataan dari pihak Israel dan tidak dapat disamakan dengan data resmi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengenai kehadiran delegasi.
Aksi meninggalkan ruang sidang juga terjadi ketika Netanyahu mulai menyampaikan pidatonya. Sejumlah delegasi keluar dari aula, sementara sebagian lainnya tetap berada di dalam ruangan. Laporan media internasional menyebut suasana sidang sempat riuh ketika para utusan meninggalkan tempat mereka.
Selain Indonesia, sejumlah negara Arab dan negara lain yang memiliki sikap kritis terhadap kebijakan Israel juga disebut tidak berada di dalam ruangan ketika Netanyahu menyampaikan pidato. Sementara itu, delegasi Bahrain dan Uni Emirat Arab (UEA), dua negara yang menandatangani Abraham Accords, tetap berada di tempat selama pidato berlangsung.
Aksi delegasi Indonesia tersebut menjadi bagian dari dinamika diplomatik dalam Sidang Majelis Umum PBB tahun ini. Kehadiran dan sikap delegasi negara-negara dalam forum tersebut berlangsung di tengah konflik berkepanjangan di Timur Tengah dan meningkatnya tekanan internasional terkait situasi di Palestina.
Sebagaimana diberitakan Cnn Indonesia, Jumat, (25/09/2026), aksi delegasi Indonesia meninggalkan ruang sidang berlangsung bersamaan dengan aksi serupa dari sejumlah negara ketika Netanyahu hendak menyampaikan pidatonya. Peristiwa tersebut memperlihatkan bagaimana forum PBB kembali menjadi ruang penyampaian sikap diplomatik negara-negara terkait konflik dan kebijakan Israel. []
Redaksi 03
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan