24 UMKM Binaan Diskop UKM Kukar Ramaikan Festival Erau 2026

Sebanyak 24 UMKM binaan Diskop UKM Kukar memanfaatkan momentum Erau 2026 untuk memasarkan produk kuliner dan pernak-pernik di sejumlah titik Expo Bazar di Tenggarong.

KUTAI KARTANEGARA – Sebanyak 24 usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) binaan Dinas Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Diskop UKM) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) turut meramaikan Festival Erau Adat Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura 2026 dengan menempati sejumlah titik Expo Bazar di Tenggarong, Jum’at (25/09/2026).

Puluhan UMKM tersebut dipusatkan di kawasan depan Kedaton Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura dan area parkir Stadion Rondong Demang. Kehadiran mereka menjadi bagian dari upaya memperluas ruang promosi sekaligus pemasaran produk lokal selama rangkaian Erau 2026.

Kepala Diskop UKM Kukar Muhammad Reza mengatakan, UMKM yang dilibatkan merupakan pelaku usaha binaan Diskop UKM. Namun, pembinaan UMKM di Kukar tidak hanya dilakukan oleh satu perangkat daerah, melainkan juga melibatkan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) teknis sesuai bidang masing-masing.

“Binaan ini bukan hanya di Dinas Koperasi dan UKM. Ada beberapa dinas teknis juga, seperti Dinas Pariwisata, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Dinas Pemberdayaan Perempuan, serta Dinas Perindustrian dan Perdagangan,” kata Muhammad Reza saat ditemui, Jum’at (25/09/2026).

Reza menjelaskan, sebanyak 24 UMKM binaan Diskop UKM tersebut tersebar di sejumlah lokasi kegiatan Expo Bazar Erau 2026. Salah satu titik yang disediakan panitia berada di kawasan depan Kedaton.

Produk yang ditawarkan cukup beragam. Menurut Reza, sektor kuliner masih mendominasi, sementara sebagian pelaku usaha lainnya menawarkan berbagai produk kerajinan dan pernak-pernik.

“Yang paling besar dan dominan pasti kuliner. Namun, tidak menutup kemungkinan ada juga UMKM yang menjual barang-barang pernak-pernik untuk ikut memeriahkan kegiatan Erau 2026,” ujarnya.

Keterlibatan UMKM dalam Erau 2026 memperluas fungsi festival tidak hanya sebagai ruang pelestarian adat dan budaya, tetapi juga sebagai sarana promosi serta penguatan ekonomi pelaku usaha lokal di Kukar. Melalui momentum tersebut, UMKM diharapkan memperoleh pasar yang lebih luas sekaligus meningkatkan daya tarik produknya kepada pengunjung. [] (ADV)

Penulis: M. Reza Danuarta | Penyunting: Nursiah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *