Kemensos menargetkan lebih dari 150.000 siswa mendapat layanan Sekolah Rakyat pada 2027 dengan pengembangan gedung permanen di setiap kabupaten dan kota.
JAKARTA – Kementerian Sosial (Kemensos) menargetkan program Sekolah Rakyat dapat melayani lebih dari 150.000 siswa pada 2027 sebagai bagian dari upaya memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga rentan. Pemerintah juga menyiapkan pengembangan gedung permanen di setiap kabupaten dan kota dengan kapasitas lebih dari 2.000 siswa.
Kepala Biro Hubungan Masyarakat (Humas) Kemensos Devi Deliani mengatakan perluasan Sekolah Rakyat dilakukan secara terukur sesuai arahan Presiden Republik Indonesia (RI) Prabowo Subianto. Program tersebut diarahkan untuk menjangkau anak-anak yang menghadapi keterbatasan akses pendidikan akibat kondisi ekonomi keluarga.
“Negara menargetkan lebih dari 150.000 siswa dapat terlayani pada 2027. Target jangka panjang kita hingga kelak, setiap kabupaten dan kota memiliki gedung permanen berkapasitas lebih dari 2.000 siswa,” kata Devi dalam keterangannya sebagaimana diberitakan Kompas, Jumat, (25/09/2026).
Menurut Devi, Sekolah Rakyat tidak dirancang untuk menggantikan sekolah negeri. Program tersebut ditempatkan sebagai pelengkap dalam sistem pendidikan nasional, terutama untuk memperluas jangkauan layanan kepada kelompok masyarakat yang membutuhkan intervensi khusus.
“Sekolah Rakyat melengkapi sekolah negeri yang terus dibenahi di jalurnya masing-masing, bukan menyaingi atau mengambil alih anggarannya,” kata Devi.
Pemerintah sebelumnya juga menyampaikan target perluasan Sekolah Rakyat seiring pembangunan fasilitas permanen di berbagai daerah. Program tersebut ditujukan antara lain bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu dan mereka yang putus sekolah.
Devi menilai penguatan akses pendidikan melalui Sekolah Rakyat menjadi salah satu strategi untuk memutus rantai kemiskinan antargenerasi. Pendidikan, menurut dia, menjadi instrumen penting agar kondisi ekonomi keluarga tidak menjadi penghalang bagi anak untuk memperoleh kesempatan belajar.
“Sekolah Rakyat adalah janji bahwa tidak ada anak Indonesia yang harus mewarisi kemiskinan orang tuanya hanya karena tidak pernah diberi kesempatan,” tuturnya.
Selain memperluas jumlah peserta didik, Kemensos berkomitmen meningkatkan fasilitas fisik dan sistem kuota penampungan di setiap daerah. Perluasan tersebut diharapkan dapat membuat kapasitas layanan pendidikan bagi kelompok rentan terus bertambah.
“Negara menargetkan lebih dari 150.000 siswa dapat terlayani pada 2027. Target jangka panjang kita hingga kelak, setiap kabupaten dan kota memiliki gedung permanen berkapasitas lebih dari 2.000 siswa,” kata Devi.
Program Sekolah Rakyat telah berjalan di berbagai wilayah Indonesia dengan sasaran utama anak-anak dari keluarga miskin dan kelompok yang kesulitan memperoleh akses pendidikan. Kemensos sebelumnya menyebut jumlah peserta program terus diperluas seiring kesiapan fasilitas dan pembangunan sekolah permanen.
“Pemerintah optimistis Sekolah Rakyat dapat menjadi jembatan bagi anak-anak Indonesia untuk mendapatkan hak dasar pendidikan tanpa terhalang kondisi ekonomi keluarga,” tandasnya. []
Redaksi 03
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan