Bupati Malinau Wempi W. Mawa meminta guru dan orang tua lebih peka terhadap perubahan perilaku anak serta memperkuat pendampingan di tengah pesatnya perkembangan teknologi.
MALINAU – Sekolah didorong tidak hanya menjadi tempat berlangsungnya proses belajar-mengajar, tetapi juga ruang aman bagi anak untuk mendapatkan perhatian ketika menghadapi persoalan di luar lingkungan pendidikan. Karena itu, guru diminta lebih peka terhadap perubahan perilaku siswa yang bisa menjadi tanda adanya masalah di lingkungan keluarga.
Pesan tersebut disampaikan Bupati Malinau Wempi W. Mawa saat mengunjungi SDN 004 Malinau Kota, Selasa (29/09/2026). Dalam kesempatan itu, ia menyoroti tantangan pembentukan karakter anak yang semakin kompleks seiring kedekatan generasi muda dengan teknologi informasi (TI).
Menurut Wempi, penggunaan teknologi memberikan banyak manfaat bagi anak. Namun, perkembangan tersebut juga dapat memengaruhi perilaku dan pergaulan apabila tidak diimbangi pendampingan dari keluarga dan sekolah.
“Anak-anak kita hari ini sangat dekat dengan IT, mereka sangat familiar dengan teknologi. Oleh sebab itu, mari kita pelajari karakter mereka,” ujarnya.
Ia meminta guru tidak hanya memperhatikan perilaku siswa ketika berada di sekolah, tetapi juga mencoba memahami kondisi yang mungkin sedang mereka hadapi di rumah. Perubahan sikap, seperti murung, mudah marah, bersikap kasar, atau kehilangan semangat, menurut dia, perlu mendapat perhatian.
“Bisa saja ada persoalan yang tidak kita ketahui. Kalau anak datang ke sekolah tidak ceria, secara psikologis mungkin ada masalah. Ini harus dibantu,” katanya.
Wempi menilai guru memiliki posisi penting untuk mengenali perubahan tersebut karena interaksi yang berlangsung di sekolah dapat menjadi kesempatan awal untuk mengetahui kondisi seorang anak. Pendekatan yang baik, kata dia, diperlukan agar sekolah mampu memberikan dukungan yang sesuai tanpa mengabaikan peran keluarga.
Selain lingkungan sekolah, keluarga juga dinilai memiliki pengaruh besar terhadap pembentukan karakter. Menurut Wempi, anak belajar dari perilaku orang dewasa yang berada paling dekat dengan mereka, termasuk guru dan orang tua.
“Kalau bapak ibu bersih, anak-anak akan melihat dan belajar bersih. Kalau bapak ibu disiplin, anak-anak juga akan belajar disiplin. Perilaku guru pasti berpengaruh kepada anak yang dididik,” jelasnya.
Dengan pendekatan tersebut, pembentukan karakter anak diharapkan tidak hanya bertumpu pada pemberian nasihat, tetapi juga melalui keteladanan dan kepedulian terhadap kondisi mereka. Sinergi antara keluarga dan sekolah menjadi bagian penting agar perkembangan teknologi tetap memberikan manfaat tanpa mengabaikan kebutuhan anak untuk tumbuh dalam lingkungan yang aman dan mendukung. []
Redaksi 03
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan