RSJ Sambang Lihum memastikan seluruh pasien telah kembali ke ruangan masing-masing setelah pemindahan sementara dilakukan untuk mengantisipasi dampak karhutla di sekitar rumah sakit.
BANJAR – Pasien Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Sambang Lihum Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) telah kembali ke ruangan masing-masing setelah sempat dipindahkan untuk mengantisipasi dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sekitar kawasan rumah sakit. Pelayanan kesehatan dipastikan tetap berjalan normal setelah kondisi dinilai aman.
Kepala Bidang (Kabid) Penunjang Nonmedik RSJ Sambang Lihum Salbiah menjelaskan, pemindahan pasien dilakukan secara internal dengan memindahkan pasien dari ruangan yang berada lebih dekat dengan lokasi kebakaran ke ruangan lain yang dinilai lebih aman.
“Yang terdampak langsung itu ruangan Napza wanita sama ruang transit wanita. Jadi pasien yang di ruang tersebut kami pindahkan ke ruang MPKP, ke ruang seberangnya, karena posisinya agak jauh dengan lokasi kejadian kebakaran,” jelas Salbiah di Banjar, Selasa (29/09/2026).
Menurut Salbiah, pemindahan tersebut merupakan langkah antisipasi untuk menjaga keselamatan pasien ketika asap dan titik api berada di sekitar kawasan rumah sakit. Pasien ditempatkan sementara di ruangan yang dinilai lebih jauh dari lokasi kejadian.
Kondisi tersebut tidak berlangsung lama. Setelah penanganan kebakaran dilakukan dan situasi dianggap lebih terkendali, pasien yang sebelumnya dipindahkan kembali ke ruangan masing-masing sesuai kondisi medisnya.
“Besoknya sudah kami pindahkan balik karena posisi kebakaran sudah ditangani. Jadi sekarang tidak ada lagi pasien yang dievakuasi dan mereka tetap di ruangan masing-masing sesuai dengan kondisi medisnya,” ujarnya sebagaimana diberitakan MC Kalsel, Selasa, (29/09/2026).
Selain memastikan keamanan lokasi, RSJ Sambang Lihum juga mengantisipasi dampak kabut asap terhadap kondisi kesehatan pasien. Salah satu risiko yang menjadi perhatian ialah infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).
Untuk mengurangi risiko tersebut, rumah sakit menyediakan masker bagi pasien. Upaya perlindungan juga dilakukan melalui peningkatan asupan gizi dan pemberian vitamin guna membantu menjaga daya tahan tubuh.
“Tentunya kan ISPA, tapi kami siapkan masker, jadi mereka menggunakan masker untuk mencegah terjadinya ISPA. Selain itu, kami melakukan peningkatan gizi melalui makanan supaya daya tahan tubuh mereka bagus dan juga pemberian vitamin-vitamin,” kata Salbiah.
Langkah tersebut dilakukan agar pasien tetap memperoleh pelayanan sesuai kebutuhan medis sekaligus mendapatkan perlindungan dari dampak lingkungan akibat karhutla. Pemindahan pasien pun tidak berlangsung hingga mengganggu pelayanan rumah sakit.
Keterangan RSJ Sambang Lihum sekaligus memberikan penjelasan mengenai informasi yang sebelumnya beredar di sejumlah media dan media sosial terkait kondisi rumah sakit yang disebut terdampak kepungan asap serta adanya evakuasi pasien. Pihak rumah sakit memastikan pemindahan yang dilakukan merupakan bagian dari prosedur keselamatan internal dan bersifat sementara.
Dengan kondisi pasien yang telah kembali ke ruangan masing-masing, RSJ Sambang Lihum memastikan pelayanan kesehatan tetap berlangsung sembari kewaspadaan terhadap potensi dampak karhutla dan kabut asap terus dilakukan. []
Redaksi 03
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan