Bupati Malinau Wempi W. Mawa mendorong sekolah mengenalkan berbagai profesi melalui pengalaman langsung agar siswa memahami proses, disiplin, dan karakter yang dibutuhkan untuk meraih cita-cita.
MALINAU – Mengenalkan cita-cita kepada anak dinilai perlu dilakukan melalui pengalaman langsung agar siswa tidak sekadar mengetahui nama sebuah profesi, tetapi juga memahami proses dan karakter yang dibutuhkan untuk mencapainya. Karena itu, sekolah didorong menghadirkan berbagai kalangan profesional untuk berbagi pengalaman dengan siswa.
Gagasan tersebut disampaikan Bupati Malinau Wempi W. Mawa saat mengunjungi SDN 004 Malinau Kota, Selasa (29/09/2026). Ia mendorong guru menjadikan lingkungan sekolah sebagai ruang bagi siswa untuk mengenal berbagai pilihan profesi sekaligus memahami tahapan yang harus ditempuh sejak dini.
Wempi mencontohkan, siswa dapat dikelompokkan berdasarkan cita-cita yang ingin mereka capai, seperti menjadi polisi, tentara, dokter, perawat, atau guru. Setelah itu, sekolah dapat menghadirkan orang-orang yang menjalani profesi tersebut untuk memberikan gambaran nyata mengenai pekerjaan dan perjalanan yang harus dilalui.
“Kalau mau jadi polisi, anak harus tahu dari awal apa yang harus dilakukan. Begitu juga kalau mau jadi dokter, tentara atau guru. Mereka perlu mendapatkan informasi dan pengalaman,” ungkapnya.
Menurut Wempi, perjumpaan langsung dengan para profesional dapat membantu anak memahami bahwa cita-cita tidak diperoleh secara instan. Setiap profesi membutuhkan proses, kedisiplinan, pengetahuan, serta karakter yang dibangun secara bertahap.
Selain pengenalan profesi, ia meminta sekolah terus menanamkan sikap saling menghargai di tengah keberagaman siswa. Perbedaan agama, kondisi kehidupan, dan latar belakang sosial, menurutnya, harus menjadi bagian dari pembelajaran untuk membangun sikap toleran.
“Boleh berbeda agama, boleh berbeda status kehidupan, tetapi kita adalah orang-orang yang punya tanggung jawab yang sama untuk menjaga negeri. Perbedaan itu bukan membuat kita takut, tetapi harus kita jaga,” tegasnya.
Pesan tersebut, sebagaimana diberitakan Pemkab Malinau, Selasa, (29/09/2026), juga menempatkan guru dan orang tua sebagai bagian penting dalam mempersiapkan anak menghadapi perkembangan zaman. Kerja sama keduanya dengan berbagai pihak dinilai diperlukan agar pendidikan karakter berjalan seiring dengan pengembangan pengetahuan dan keterampilan siswa.
Di sisi lain, Wempi meminta sekolah menyampaikan kebutuhan fasilitas pendidikan yang masih diperlukan. Pemerintah daerah akan melihat dan menindaklanjuti kebutuhan tersebut dengan mempertimbangkan kemampuan keuangan daerah.
Dengan pengenalan profesi melalui pengalaman, penguatan karakter, dan dukungan fasilitas, sekolah diharapkan mampu membantu anak membangun gambaran masa depan secara lebih konkret sekaligus tumbuh sebagai generasi yang bertanggung jawab dan mampu menghadapi perubahan zaman. []
Redaksi 03
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan