Pesawat Flydubai rute Dubai–Tel Aviv dilaporkan kehilangan ketinggian secara drastis setelah mengirimkan sinyal darurat, di tengah dugaan perkelahian pilot yang berujung pada pendaratan di Arab Saudi.
JAKARTA – Pesawat Flydubai rute Dubai–Tel Aviv mengalami perubahan ketinggian secara drastis setelah mengirimkan sinyal darurat di tengah dugaan insiden di kokpit, Rabu (30/9). Data penerbangan yang dikutip media Israel menunjukkan pesawat Boeing 737 MAX itu turun dari ketinggian 34.000 kaki menjadi sekitar 17.000 kaki dalam waktu kurang dari satu menit, sehingga memicu kekhawatiran akan keselamatan penerbangan.
Sebagaimana dilansir CNN Indonesia, Rabu, (30/09/2026), laporan Times of Israel menyebut perubahan ketinggian tersebut terjadi sekitar dua jam 15 menit setelah pesawat lepas landas. Dalam periode yang sama, kecepatan pesawat meningkat dari 411 knot menjadi hampir 600 knot.
Pesawat sempat kembali naik hingga ketinggian 21.650 kaki selama beberapa detik. Namun, pesawat kemudian kembali kehilangan ketinggian hingga berada di bawah 14.000 kaki.
Selama sekitar satu jam berikutnya, pesawat dilaporkan kesulitan mempertahankan ketinggian yang stabil dan berada di sekitar 15.000 kaki. Pola penerbangan tersebut mengindikasikan kemungkinan perubahan kendali pesawat, tetapi data yang tersedia belum cukup untuk memastikan penyebab teknis maupun tindakan yang berlangsung di dalam kokpit.
Situasi semakin mengkhawatirkan karena otoritas Israel dilaporkan tidak dapat berkomunikasi dengan pesawat selama insiden berlangsung. Angkatan Udara Israel kemudian mengerahkan jet tempur untuk mencegat pesawat sebagai langkah antisipasi terhadap dugaan pembajakan.
Laporan awal menyebutkan sinyal darurat muncul setelah terjadi perkelahian antara pilot di dalam kokpit. Salah seorang pilot diduga menyerang pilot lainnya menggunakan senjata tajam, sehingga memicu situasi darurat selama penerbangan.
Seorang penumpang juga menceritakan kepanikan di dalam kabin ketika pesawat menukik tajam. Berdasarkan laporan tersebut, sejumlah penumpang diduga ikut membantu menghentikan pelaku setelah mengetahui adanya penyerangan di kokpit.
Pesawat tersebut akhirnya mendarat dengan selamat di Bandara Tabuk, Arab Saudi. Pendaratan darurat itu mengakhiri situasi yang sempat menimbulkan kekhawatiran bagi penumpang dan otoritas penerbangan.
Meski pesawat telah mendarat, penyebab pasti perubahan ketinggian yang drastis, gangguan komunikasi, serta dugaan kekerasan di kokpit masih perlu dipastikan melalui penyelidikan resmi. Hasil pemeriksaan diharapkan dapat menjelaskan rangkaian kejadian sekaligus menjadi dasar evaluasi terhadap prosedur keselamatan penerbangan. []
Redaksi1
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan