Benjamin Netanyahu dilaporkan bertemu Presiden UEA Mohamed bin Zayed di bandara Abu Dhabi dan mengadakan pembicaraan lanjutan dengan pejabat dari sejumlah negara Timur Tengah.
JAKARTA – Pertemuan rahasia Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dengan Presiden Uni Emirat Arab (UEA) Mohamed bin Zayed Al Nahyan di Abu Dhabi pada Minggu (27/9) dilaporkan turut melibatkan pejabat senior dari sejumlah negara Timur Tengah, termasuk negara yang belum memiliki hubungan diplomatik dengan Israel. Pertemuan yang berlangsung di bandara tersebut menjadi sorotan karena agenda dan alasan di balik kunjungan itu masih menyisakan pertanyaan.
Kantor Netanyahu dan kantor berita resmi UEA mengonfirmasi bahwa pertemuan tersebut berlangsung pada Senin malam. Namun, kantor perdana menteri Israel membantah laporan Associated Press (AP) mengenai alasan kunjungan itu dan menyebutnya sebagai “berita palsu.”
Di sisi lain, Kantor Berita Emirates (WAM) menyampaikan bahwa pembicaraan kedua pemimpin berfokus pada hubungan bilateral serta upaya memperkuat kerja sama kedua negara.
“Kedua pihak membahas hubungan bilateral antara UEA dan Israel serta cara untuk memperkuat dan mengembangkannya,” demikian pernyataan WAM.
Berdasarkan laporan Channel 12 Israel, Netanyahu tiba di Abu Dhabi menggunakan pesawat pribadi sekitar tengah hari pada Minggu dan menghabiskan waktu sekitar empat jam di UEA. Dua sumber yang mengetahui perjalanan tersebut menyebutkan bahwa Netanyahu mengadakan pertemuan selama satu jam dengan Mohamed bin Zayed.
Lokasi pertemuan juga menjadi perhatian. Channel 12 melaporkan pada Senin bahwa pertemuan tersebut berlangsung di bandara, bukan di Istana Qasr Al Watan yang biasa digunakan untuk sejumlah agenda kenegaraan dan penerimaan tamu resmi.
Setelah bertemu dengan Mohamed bin Zayed, Netanyahu dilaporkan mengikuti pembicaraan yang lebih luas bersama pejabat senior dari beberapa negara Timur Tengah lainnya. Stasiun penyiaran publik Israel, KAN, menyebut sebagian negara yang terlibat dalam pertemuan tersebut tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel.
Rangkaian pertemuan itu mengindikasikan adanya komunikasi tingkat tinggi yang melibatkan sejumlah pihak di kawasan. Namun, identitas seluruh pejabat yang hadir, agenda terperinci, serta hasil pembicaraan selain isu hubungan bilateral UEA-Israel belum dijelaskan secara lengkap dalam laporan yang tersedia.
Informasi mengenai kunjungan dan rangkaian pertemuan tersebut sebagaimana diberitakan CNN Indonesia, Rabu, (30/09/2026). Keterangan lebih lanjut mengenai pihak-pihak yang terlibat dan hasil pembicaraan diperlukan untuk memperjelas implikasi diplomatik kunjungan tersebut bagi hubungan Israel dengan negara-negara Timur Tengah. []
Redaksi1
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan