Drainase Diperbaiki, Banda Aceh Perkuat Antisipasi Banjir

Pemko Banda Aceh menuntaskan revitalisasi drainase di lima titik rawan genangan menggunakan dana otonomi khusus dan menyiapkan perbaikan lanjutan pada 2027, disertai pemasangan sistem deteksi banjir serta ajakan menjaga kebersihan lingkungan.

ACEH – Pemerintah Kota (Pemko) Banda Aceh memperkuat upaya pengendalian banjir melalui revitalisasi drainase di lima titik rawan genangan. Perbaikan yang didanai Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA) tersebut telah rampung pada 2026 dan akan dilanjutkan tahun depan untuk meningkatkan kapasitas saluran air dalam mengantisipasi hujan deras.

Lima lokasi yang menjadi sasaran perbaikan meliputi Jalan Malikul Saleh, Lamgugop, Lamdom, Poe Teumeureuhom, dan Jalan Khairil Anwar. Kawasan tersebut sebelumnya kerap mengalami genangan karena fungsi drainase dalam mengalirkan dan menyerap air dinilai belum optimal.

Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal mengatakan, penanganan banjir tidak cukup hanya mengandalkan perbaikan saluran air. Pemerintah kota juga melakukan pembersihan lingkungan dan sampah serta membangun penampungan air untuk mengurangi risiko genangan saat curah hujan meningkat.

“Kita perbaiki drainase, kemudian bangun penampungan air agar tidak banjir dan kita bersihkan juga,” kata Illiza di Banda Aceh, sebagaimana diberitakan Metro TV, Jumat, (02/10/2026).

Menurut Illiza, revitalisasi drainase merupakan bagian dari langkah antisipasi terhadap bencana hidrometeorologi, terutama banjir yang berpotensi terjadi ketika hujan deras mengguyur wilayah perkotaan.

“Lima titik di tahun ini, untuk pekerjaannya alhamdulillah sudah selesai. Penambahan tahun depan Insya Allah,” ujarnya.

Selain memperbaiki infrastruktur, Pemko Banda Aceh telah memasang integrated warning system (IWS) atau sistem peringatan dini banjir di lima titik yang selama ini rawan genangan. Sistem tersebut diharapkan membantu pemerintah memantau potensi banjir sehingga langkah antisipasi dapat dilakukan untuk menekan dampaknya terhadap masyarakat.

“Kita juga sudah punya deteksi banjir IWS pada lima titik, mudah-mudahan ini bisa mengontrol, agar kita bisa meminimalkan dampak terjadinya curah hujan tinggi,” ungkapnya.

Keberadaan sistem deteksi tersebut melengkapi upaya penanganan banjir melalui perbaikan drainase. Namun, efektivitas pengendalian genangan juga bergantung pada pemeliharaan saluran air, kapasitas penampungan, serta kebiasaan masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.

Karena itu, Illiza mengajak warga berperan aktif menjaga fungsi drainase dengan tidak membuang sampah ke selokan dan menerapkan pengelolaan sampah secara benar. Partisipasi masyarakat dinilai penting agar saluran air tidak tersumbat dan infrastruktur yang telah diperbaiki dapat berfungsi secara berkelanjutan.

“Mudah-mudahan dengan adanya kesadaran masyarakat, baik itu bersih-bersih lingkungan, kemudian juga menjaga sampah, pengolahan sampah dengan baik, kota kita tetap aman dari banjir,” harapnya.

Melalui perbaikan drainase, pemasangan sistem deteksi banjir, dan keterlibatan masyarakat, Pemko Banda Aceh berharap titik-titik genangan dapat terus berkurang. Penambahan lokasi revitalisasi pada 2027 juga diharapkan memperluas jangkauan penanganan banjir, terutama di kawasan yang berulang kali terdampak hujan deras. []

Redaksi 03

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *