Serangkaian serangan udara dilaporkan menghantam posisi Houthi di Yaman, sementara Arab Saudi menyatakan berhasil mencegat drone dan rudal balistik yang mengarah ke wilayahnya.
SANA’A – Eskalasi konflik Yaman kembali meningkat setelah serangkaian serangan udara dilaporkan menghantam sejumlah wilayah negara tersebut, sementara Arab Saudi menyatakan sistem pertahanannya mencegat drone dan rudal balistik yang diarahkan ke wilayahnya pada Kamis (01/10/2026).
Laporan mengenai serangan udara itu disampaikan kelompok Houthi melalui kantor berita SABA yang dikelolanya. Pesawat tempur yang diduga berasal dari Arab Saudi disebut menyerang ibu kota Sanaa serta sejumlah lokasi di Provinsi Saada, Taiz, dan Amran.
Houthi tidak merinci lokasi yang menjadi sasaran maupun menyampaikan jumlah korban atau tingkat kerusakan akibat serangan tersebut. Informasi itu menjadi bagian dari laporan mengenai perkembangan terbaru konflik yang masih berlangsung di Yaman.
Di wilayah Taiz, militer Yaman secara terpisah melaporkan 27 serangan udara terhadap posisi dan titik berkumpul kelompok Houthi. Serangan tersebut disebut diarahkan ke sejumlah fasilitas dan aset militer kelompok tersebut.
Juru bicara militer Yaman, Majid Abdullah al-Nuzaili, mengatakan sasaran serangan mencakup gudang rudal, pusat komando dan kendali, tempat penyimpanan senjata dan pasokan, konsentrasi pejuang Houthi, serta kendaraan militer.
Menurut laporan Anadolu, Al-Nuzaili menyebut serangan itu menghancurkan puluhan kendaraan militer dan aset lainnya. Sejumlah anggota Houthi juga dilaporkan tewas atau terluka akibat serangan tersebut.
Sementara itu, juru bicara koalisi militer pimpinan Arab Saudi, Turki Al Maliki, menyampaikan bahwa sistem pertahanan udara Saudi berhasil mencegat dan menghancurkan drone serta rudal balistik yang diarahkan ke Khamis Mushait dan Jazan. Pernyataan tersebut disampaikan di tengah laporan mengenai serangan terhadap posisi Houthi di Yaman, sebagaimana diwartakan CNN Indonesia, Jumat (02/10/2026).
Al Maliki juga menuding Houthi menyerang Pembangkit Listrik Taiba di Madinah menggunakan drone dua hari sebelumnya. Pernyataan tersebut disampaikan melalui platform X.
Rangkaian serangan dan aksi saling tuding itu berlangsung dalam konteks konflik Yaman yang telah berjalan lebih dari satu dekade. Kelompok Houthi merebut Sanaa dan sejumlah provinsi lain pada September 2014.
Pada Maret 2015, koalisi negara-negara Arab yang dipimpin Arab Saudi kemudian melakukan intervensi militer untuk mendukung pemerintah Yaman yang diakui secara internasional.
Perkembangan terbaru tersebut menunjukkan bahwa serangan udara dan penggunaan drone serta rudal masih menjadi bagian dari konflik Yaman. Namun, laporan mengenai jumlah korban dan kerusakan akibat serangan yang diklaim terjadi pada Kamis belum sepenuhnya terkonfirmasi secara independen. []
Redaksi 03
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan