TP PKK Bontang Selatan Perkuat Basis Data Warga

TP PKK Kecamatan Bontang Selatan periode 2026–2031 diarahkan memperkuat Dasawisma sebagai basis data keluarga untuk mendukung program kesehatan, ketahanan pangan, dan pemberdayaan ekonomi yang lebih tepat sasaran.

BONTANG – Kepengurusan baru Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kecamatan Bontang Selatan periode 2026–2031 didorong memperkuat fungsi Dasawisma sebagai basis data keluarga dan penggerak partisipasi masyarakat. Langkah tersebut dinilai penting agar program pemberdayaan, kesehatan, ketahanan pangan, hingga peningkatan ekonomi keluarga dapat diarahkan sesuai kebutuhan warga.

Dorongan itu disampaikan dalam pelantikan pengurus TP PKK Bontang Selatan yang berlangsung di BPU Bontang Selatan, Jumat (02/10/2026). Kegiatan tersebut dibuka oleh Wakil Wali Kota (Wawali) Bontang Agus Haris.

Dasawisma menjadi salah satu perhatian dalam memasuki masa bakti baru karena data keluarga yang akurat dan diperbarui secara berkala dapat membantu pemerintah menentukan sasaran intervensi secara lebih tepat. Fungsi tersebut sekaligus memperkuat posisi TP PKK sebagai mitra pemerintah yang bersentuhan langsung dengan masyarakat hingga tingkat lingkungan.

Dalam kegiatan tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang menekankan pentingnya kolaborasi antara TP PKK, pemerintah kecamatan dan kelurahan, puskesmas, lembaga kemasyarakatan, serta pemangku kepentingan lainnya. Sinergi itu diperlukan agar hasil pendataan di tingkat keluarga dapat diikuti dengan program yang sesuai kebutuhan warga.

Kebutuhan tersebut semakin beragam karena karakter wilayah Bontang Selatan mencakup kawasan pesisir, pusat aktivitas masyarakat, hingga permukiman padat. Kondisi itu membuat program pemberdayaan keluarga perlu disusun secara adaptif dan tidak hanya mengandalkan pendekatan yang seragam.

Selain penguatan data, TP PKK Bontang Selatan diarahkan untuk memberi perhatian pada sejumlah persoalan keluarga. Di antaranya penurunan angka tengkes atau stunting, peningkatan gizi anak dan ibu hamil, serta edukasi pola asuh anak di tengah perkembangan teknologi digital.

Kader TP PKK juga didorong mengembangkan kemandirian ekonomi keluarga melalui Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K) PKK, pemanfaatan pekarangan untuk ketahanan pangan, pelatihan keterampilan, dan pendampingan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) skala rumah tangga. Pemanfaatan teknologi informasi juga menjadi bagian dari upaya memperluas pemasaran produk kader.

Program tersebut sejalan dengan 10 Program Pokok PKK yang mencakup berbagai aspek kehidupan keluarga, mulai dari penghayatan dan pengamalan Pancasila, gotong royong, pangan, sandang, perumahan dan tata laksana rumah tangga, pendidikan dan keterampilan, kesehatan, kehidupan berkoperasi, kelestarian lingkungan hidup, hingga perencanaan kesehatan.

Sebagaimana diberitakan Pemerintah Kota Bontang, Jumat, (02/10/2026), kepengurusan baru TP PKK Bontang Selatan juga diharapkan memperkuat komunikasi dan koordinasi dengan camat, lurah, puskesmas, lembaga kemasyarakatan, serta unsur lainnya agar pelaksanaan program berjalan terintegrasi dari tingkat kota hingga rukun tetangga (RT).

Dukungan pemerintah kecamatan dan kelurahan juga dinilai penting, termasuk melalui penyediaan fasilitas, pendampingan, dan penganggaran yang memadai. Dengan dukungan tersebut, hasil pendataan keluarga tidak berhenti sebagai informasi administratif, tetapi dapat menjadi dasar penyusunan program pemberdayaan yang lebih efektif.

Kepengurusan TP PKK Bontang Selatan periode 2026–2031 diharapkan mampu menghubungkan kebutuhan keluarga dengan program pemerintah secara lebih dekat. Penguatan data Dasawisma, pemberdayaan ekonomi, kesehatan keluarga, dan ketahanan pangan menjadi sejumlah bidang yang dapat memperkuat kontribusi TP PKK terhadap kesejahteraan masyarakat di Bontang Selatan. []

Redaksi 03

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *