Kesaksian korban selamat menyebut api kebakaran KMP Mutiara Sentosa II diduga berasal dari sebuah mobil di geladak kapal, sementara operasi SAR resmi ditutup setelah seluruh korban terdata.
SURABAYA – Kesaksian seorang anak buah kapal (ABK) KMP Mutiara Sentosa II mengungkap dugaan awal penyebab kebakaran kapal yang terjadi di perairan utara Kabupaten Sumenep, Pulau Madura, Jawa Timur (Jatim). Api disebut pertama kali muncul dari sebuah mobil yang terparkir di geladak kendaraan sebelum akhirnya membesar dan memicu kepanikan di atas kapal.
Insiden yang terjadi pada Minggu (02/08/2026) sekitar pukul 06.30 WIB itu mengakibatkan ratusan penumpang harus dievakuasi. Operasi pencarian dan pertolongan telah resmi ditutup setelah seluruh manifes penumpang berhasil dikonfirmasi.
Salah seorang ABK sekaligus korban selamat, Dwi Putro Suryo, mengatakan titik api pertama kali terlihat berasal dari sebuah kendaraan roda empat yang berada di bagian depan sebelah kanan geladak kapal.”Awalnya ada mobil yang terbakar,” ujar Suryo, sebagaimana diberitakan CNN Indonesia, Selasa, (04/08/2026).
Menurut Suryo, awak kapal sempat berupaya memadamkan kobaran api. Namun, upaya tersebut tidak berhasil sehingga api dengan cepat merembet ke bagian lain kapal.
Ia mengaku tidak mengetahui jenis kendaraan yang terbakar. Namun, ia memastikan posisi kendaraan tersebut berada di sisi depan kanan geladak.
Ketika api semakin membesar, kepanikan tidak dapat dihindari. Suryo mengatakan dirinya menyelamatkan diri dengan menuruni kapal menggunakan tali hingga mengalami luka lecet pada telapak tangan.”Saya terombang-ambing di laut sekitar dua setengah jam,” ucap dia.
Setelah berhasil dievakuasi, Suryo bersama tiga korban selamat lainnya menjalani perawatan di Rumah Sakit Islam (RSI) Kalianget. Kondisi mereka dilaporkan terus membaik, meski masih mengalami trauma akibat peristiwa tersebut.
Sementara itu, Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Kabasarnas), Mohammad Syafii, mengumumkan operasi pencarian dan pertolongan (Search and Rescue/SAR) gabungan terhadap korban kebakaran KMP Mutiara Sentosa II resmi dihentikan pada Selasa (04/08/2026) di Pelabuhan Tanjung Perak, Kota Surabaya, Jatim.
Syafii menyampaikan total 238 orang telah berhasil dievakuasi. Jumlah tersebut mencakup penumpang, ABK, awak kabin (cabin crew), serta tenaga bantuan operasi. Dari total korban yang dievakuasi, lima orang dinyatakan meninggal dunia.”Karena itu, saya sampaikan secara resmi kepada rekan-rekan media bahwa dengan jumlah penumpang yang kita konfirmasi 238, di mana ada cabin crew, kemudian ada penumpang, dan juga ada tenaga bantuan operasi yang ada di kapal itu.””Sementara, bisa kita sinkronkan bahwa jumlah korban dan juga jumlah penumpang yang ada di dalam kapal sementara sesuai,” sambung Syafii.
Meski operasi SAR gabungan telah ditutup, Basarnas Surabaya tetap melaksanakan operasi rutin dengan pemantauan di sekitar lokasi kejadian.”Pelaksanaan operasi rutin ini tetap akan kami fokuskan kepada perairan di mana lokasi kejadian terjadi,” ujarnya.
Syafii menegaskan pencarian dapat kembali dilakukan apabila terdapat laporan baru dari masyarakat mengenai anggota keluarga yang diduga belum ditemukan dalam insiden tersebut. []
Redaksi1
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan