Gunung Semeru mengalami erupsi dengan awan panas guguran sejauh 2 kilometer pada Senin pagi.
LUMAJANG – Aktivitas vulkanik Gunung Semeru kembali meningkat dengan terjadinya erupsi yang disertai awan panas guguran (Awan Panas Guguran/APG) sejauh 2 kilometer pada Senin pagi, menandai potensi bahaya lanjutan di kawasan sekitar gunung tertinggi di Pulau Jawa tersebut.
Peristiwa erupsi terjadi pada Senin, 4 Mei 2026, di Gunung Semeru yang memiliki ketinggian 3.676 meter di atas permukaan laut (meter di atas permukaan laut/mdpl). Awan panas guguran yang muncul dalam erupsi tersebut meluncur hingga jarak 2 kilometer dari pusat aktivitas, meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi dampak di wilayah rawan bencana.
Erupsi ini menjadi indikasi adanya dinamika aktivitas magma di dalam gunung, yang berpotensi memicu kejadian lanjutan jika tekanan di dalam kawah belum stabil. Masyarakat di sekitar kawasan Gunung Semeru diimbau untuk tetap waspada terhadap kemungkinan awan panas susulan maupun material vulkanik lainnya.
Hingga saat ini, belum terdapat laporan resmi terkait dampak kerusakan maupun korban akibat erupsi tersebut. Namun, pemantauan terus dilakukan untuk memastikan kondisi tetap terkendali serta memberikan informasi terkini kepada masyarakat terdampak.
Perkembangan aktivitas Gunung Semeru ke depan akan sangat bergantung pada kondisi internal gunung, sehingga langkah mitigasi dan kesiapsiagaan menjadi faktor penting untuk meminimalkan risiko bencana. []
Redaksi1
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan