Anak Jadi Aset Bangsa, Kalsel Perkuat Program Perlindungan Generasi Penerus

Pemprov Kalimantan Selatan memperkuat perlindungan anak melalui kegiatan “Sehari Bersama Anak” dengan melibatkan anak panti dan masyarakat untuk membangun kreativitas serta karakter generasi penerus.

BANJARBARU – Upaya memperkuat perlindungan anak menjadi fokus Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Selatan (Kalsel) melalui kegiatan “Sehari Bersama Anak” Tahun 2026. Program yang melibatkan anak-anak di dalam maupun luar panti tersebut diarahkan untuk menciptakan lingkungan yang aman sekaligus mendorong tumbuhnya kreativitas dan karakter generasi penerus.

Kegiatan yang digelar Dinas Sosial Kalsel bersama Panti Perlindungan dan Rehabilitasi Sosial Anak dan Remaja (PPRSAR) Mulia Satria itu menjadi bagian dari rangkaian penguatan pemenuhan hak anak dengan mengusung tema “Sayangi Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan”.

Kepala Dinas Sosial (Kadis Sosial) Kalsel M. Farhanie mengatakan perlindungan anak menjadi perhatian penting karena berbagai risiko masih dapat mengancam kehidupan anak, mulai dari perundungan (bullying), pelecehan seksual, tawuran, geng motor, eksploitasi seksual, penyalahgunaan narkoba, seks bebas, hingga paparan paham radikalisme.

“Anak merupakan aset bangsa sekaligus generasi penerus yang menentukan masa depan Indonesia. Karena itu, pemerintah memiliki tanggung jawab untuk memastikan mereka dapat tumbuh dan berkembang secara optimal, aman, sehat, serta terlindungi dari berbagai bentuk kekerasan dan eksploitasi,” ujar Farhanie sebagaimana diberitakan Diskominfo, Kamis, (23/07/2026).

Menurut Farhanie, pemenuhan hak anak merupakan bagian dari amanat Undang-Undang Dasar (UUD) Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang menjamin hak anak untuk hidup, tumbuh dan berkembang, mendapatkan perlindungan dari kekerasan, eksploitasi, diskriminasi, serta memperoleh kesempatan berpartisipasi sesuai harkat dan martabat kemanusiaannya.

Ia menilai kualitas generasi masa depan sangat dipengaruhi oleh perhatian dan perlindungan yang diberikan sejak dini. Karena itu, upaya menjaga anak tidak hanya menjadi tugas pemerintah, tetapi juga membutuhkan keterlibatan keluarga, lingkungan pendidikan, serta seluruh lapisan masyarakat.

“Kita ingin seluruh anak di Kalimantan Selatan mendapatkan kesempatan yang sama untuk berkembang, mengasah potensi, serta meraih cita-citanya. Melindungi anak berarti menyiapkan masa depan daerah dan bangsa,” katanya.

Farhanie menjelaskan, kegiatan “Sehari Bersama Anak” menjadi ruang bagi anak-anak untuk menampilkan kemampuan melalui berbagai kegiatan seni, keagamaan, dan budaya. Selain sebagai wadah ekspresi, kegiatan tersebut juga bertujuan meningkatkan rasa percaya diri serta membangun karakter positif.

Pelaksanaan kegiatan ini juga menjadi bagian dari kolaborasi antara Dinas Sosial Kalsel dan PPRSAR Mulia Satria dalam memberikan dukungan terhadap perkembangan anak. Melalui kegiatan bersama, anak-anak diharapkan memiliki motivasi untuk mengenali potensi diri dan mempersiapkan masa depan sesuai cita-cita mereka.

Pemprov Kalsel berharap gerakan perlindungan anak dapat terus diperkuat melalui kerja sama berbagai pihak sehingga tercipta lingkungan yang ramah, aman, dan mendukung anak untuk tumbuh menjadi generasi berkualitas. []

Redaksi08

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com