CENTCOM menyatakan laporan mengenai tujuh pelaut tewas dalam perkelahian di USS Abraham Lincoln serta klaim lain terkait kondisi awak kapal adalah informasi palsu.
JAKARTA – Komando Pusat Amerika Serikat (United States Central Command/CENTCOM) membantah laporan yang menyebut sedikitnya tujuh pelaut tewas dalam perkelahian di kapal induk USS Abraham Lincoln yang sedang menjalani pengerahan di Timur Tengah. Bantahan tersebut disampaikan setelah media Iran memberitakan adanya bentrokan yang disebut melibatkan awak kapal.
Laporan mengenai insiden itu sebelumnya menyebut kondisi di kapal induk tersebut memanas setelah muncul keluhan dari awak kapal mengenai lamanya masa penugasan. Informasi itu berasal dari kantor berita Iran, Tasnim News Agency, yang mengutip sumber militer.
Tasnim melaporkan seorang penasihat untuk Komandan CENTCOM, Brad Cooper, datang ke USS Abraham Lincoln untuk menanggapi keluhan yang semakin banyak disampaikan awak kapal. Keluhan tersebut disebut berkaitan dengan protes keluarga personel Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) mengenai panjangnya masa pengerahan kapal.
Dalam laporan tersebut, kedatangan penasihat itu disebut mendapat respons negatif dari sejumlah personel. Ia dikabarkan mendapat cemoohan dan lemparan botol air ketika berbicara di hadapan awak kapal yang berkumpul.
Situasi kemudian disebut berkembang menjadi bentrokan fisik antarpersonel. Laporan Tasnim bahkan menyebut sejumlah pisau dan senjata tajam digunakan dalam perkelahian tersebut.
Namun, klaim mengenai korban jiwa itu langsung dibantah otoritas militer AS. CENTCOM menyatakan sejumlah pemberitaan mengenai kondisi USS Abraham Lincoln dalam 48 jam terakhir tidak benar.
“Selama 48 jam terakhir, berbagai media telah melaporkan beberapa klaim palsu terkait penempatan USS Abraham Lincoln (CVN 72) ke Timur Tengah. Satu laporan menuduh tujuh pelaut tewas dalam perkelahian di atas kapal induk dan laporan lain baru-baru ini, menyebutkan adanya peningkatan niat bunuh diri. Laporan-laporan ini SALAH,” tulis CENTCOM, sebagaimana dilansir CGTN, Jumat (14/08/2026).
Bantahan tersebut membuat informasi mengenai dugaan bentrokan dan korban jiwa di USS Abraham Lincoln belum dapat diverifikasi secara independen. Laporan awal yang beredar juga tidak disertai keterangan resmi dari militer AS yang mengonfirmasi adanya kematian personel akibat perkelahian.
Sebelumnya, laporan Tasnim sebagaimana dilansir Press TV, Jumat (12/06/2026), mengaitkan dugaan insiden dengan tekanan yang disebut meningkat di kalangan awak kapal akibat masa pengerahan yang berkepanjangan. Namun, klaim tersebut kini berada dalam posisi berseberangan dengan pernyataan resmi CENTCOM.
Perbedaan informasi ini menunjukkan pentingnya verifikasi terhadap laporan mengenai kondisi internal militer AS, terutama ketika menyangkut operasi kapal perang yang sedang berada di kawasan konflik. Hingga laporan ini disusun, CENTCOM tetap menyatakan klaim mengenai tujuh pelaut tewas dalam perkelahian di atas USS Abraham Lincoln adalah informasi yang salah. []
Redaksi1
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan