Bendahara KDMP HSS Dibekali Pengelolaan Keuangan, 148 Peserta Ikut Pelatihan

Sebanyak 148 bendahara Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) di Hulu Sungai Selatan mengikuti pelatihan untuk memperkuat kemampuan pengelolaan keuangan, transparansi, dan akuntabilitas koperasi.

HULU SUNGAI SELATAN – Pengelolaan keuangan menjadi salah satu perhatian utama dalam penguatan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) di Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS). Sebanyak 148 bendahara KDMP mengikuti pelatihan perkoperasian untuk meningkatkan kemampuan pencatatan transaksi, penyusunan laporan keuangan, serta penerapan tata kelola yang transparan dan dapat dipertanggungjawabkan.

Kepala Dinas Tenaga Kerja, Koperasi, Usaha Kecil Menengah dan Perindustrian (Disnakerkop UKMP) HSS Nafarin mengatakan peserta pelatihan dibagi menjadi dua angkatan, masing-masing berjumlah 74 orang. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Mal Pelayanan Publik (MPP) Kabupaten HSS, Kandangan, Selasa (8/9/2026).

“Pelatihan perkoperasian yang kita gelar diikuti sebanyak 148 peserta, yang dibagi ke dalam dua angkatan, masing-masing sebanyak 74 orang,” katanya saat menyampaikan laporan dalam pembukaan pelatihan, sebagaimana diberitakan Antara, Rabu, (09/09/2026).

Pelatihan tersebut diarahkan untuk membekali bendahara KDMP dengan kemampuan praktis dalam mengelola administrasi keuangan. Materi mencakup pemahaman laporan keuangan, pencatatan transaksi, hingga penyusunan laporan yang diperlukan dalam operasional koperasi.

Penguatan kapasitas bendahara dinilai penting karena pengelolaan keuangan berkaitan langsung dengan transparansi dan akuntabilitas koperasi. Tata kelola yang tertib juga diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan anggota serta masyarakat terhadap keberadaan KDMP.

Bupati HSS Syafrudin Noor menilai bendahara memiliki posisi strategis dalam menjaga kepercayaan tersebut. Menurut dia, pengelolaan dana koperasi harus dilakukan secara disiplin, terbuka, dan disertai pertanggungjawaban yang jelas.

“Kegiatan ini merupakan upaya memastikan KDMP benar-benar memiliki pondasi pengelolaan yang baik, tertib, profesional, dan dapat dipercaya oleh masyarakat,” ucap bupati.

Ia juga mengingatkan agar setiap aktivitas keuangan KDMP memiliki pencatatan dan bukti transaksi yang jelas sehingga penggunaan dana dapat dipertanggungjawabkan.

“Kelola keuangan koperasi dengan tertib dan disiplin. Setiap pengeluaran harus jelas, setiap transaksi harus memiliki bukti, dan setiap penggunaan dana harus dapat dipertanggungjawabkan,” pesan bupati.

Pelatihan menghadirkan narasumber dari Balai Pelatihan Koperasi dan Usaha Kecil Provinsi Kalimantan Selatan, Khaidir Ansyari. Kehadiran narasumber tersebut diharapkan memperkuat pemahaman peserta mengenai praktik pengelolaan keuangan koperasi.

Selain pelatihan, Pemkab HSS juga menyerahkan bantuan stimulan Usaha Ekonomi Produktif (UEP) kepada masyarakat. Sebanyak 84 orang tercatat sebagai penerima manfaat, dengan 34 orang menerima bantuan pada kegiatan tersebut dan 50 orang lainnya dijadwalkan mendapat bantuan pada tahap berikutnya.

Rangkaian kegiatan itu menunjukkan bahwa penguatan KDMP tidak hanya berkaitan dengan pembentukan dan operasional koperasi, tetapi juga kesiapan sumber daya manusia dalam mengelola keuangan secara tertib. Dengan kapasitas bendahara yang semakin baik, KDMP diharapkan mampu tumbuh secara sehat sekaligus memberikan manfaat ekonomi yang lebih nyata bagi masyarakat. []

Redaksi08

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com