Gerakan Tanam Jagung di Jagoi Babang diarahkan untuk memperkuat ketahanan pangan, mengoptimalkan lahan perbatasan, dan meningkatkan kesejahteraan petani Bengkayang.
BENGKAYANG – Gerakan Tanam Jagung (Gertam) di wilayah perbatasan Desa Jagoi, Kecamatan Jagoi Babang, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat (Kalbar), menjadi dorongan baru bagi penguatan ketahanan pangan sekaligus pemberdayaan ekonomi petani. Kegiatan yang digelar di lokasi Kelompok Tani Gembul, Kamis, (07/05/2026), menandai upaya memperluas pengembangan jagung hibrida di kawasan perbatasan.
Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 15.00 Waktu Indonesia Barat (WIB) itu dihadiri Wakil Gubernur (Wagub) Kalbar Krisantus Kurniawan, Bupati Bengkayang Sebastianus Darwis, Wakil Kepala Kepolisian Resor (Wakapolres) Bengkayang Suparworto, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), perwakilan instansi pertanian, perangkat daerah, serta kelompok tani setempat, sebagaimana diberitakan Sumber Berita, Kamis, (07/05/2026).
Dalam kegiatan tersebut, para tamu undangan melakukan penanaman jagung secara simbolis. Aksi itu menjadi bentuk dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional, terutama melalui penguatan sektor pertanian di wilayah perbatasan yang memiliki potensi lahan cukup besar.
Kepala Desa (Kades) Jagoi Babang menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah terhadap pengembangan sektor pertanian di wilayahnya. Ia menyebut Desa Jagoi Babang memiliki potensi lahan pertanian sekitar 33 hektare yang dapat dikembangkan untuk mendukung program jagung hibrida.
“Kami berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi seremonial, tetapi benar-benar memberi manfaat nyata bagi masyarakat melalui pendampingan, bantuan bibit unggul, hingga dukungan pemasaran hasil panen,” ujarnya.
Bupati Bengkayang Sebastianus Darwis mengatakan produksi jagung di daerah tersebut terus menunjukkan peningkatan dari tahun ke tahun. Menurut dia, pengembangan komoditas jagung kini tidak lagi terpusat di sejumlah kecamatan tertentu, tetapi telah meluas hampir ke seluruh wilayah Bengkayang.
“Produktivitas jagung di Kabupaten Bengkayang mencapai 45,05 kuintal per hektar dengan total produksi sekitar 113 ribu ton jagung pipil kering. Ini menjadi potensi besar dalam menggerakkan ekonomi masyarakat, khususnya di kawasan perbatasan,” kata Sebastianus.
Ia menjelaskan, pada 2026 Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bengkayang telah menyalurkan bantuan benih jagung sebanyak 2.250 kilogram untuk lahan seluas 150 hektare. Selain itu, Pemkab Bengkayang juga menyalurkan bantuan benih padi sebanyak 7.500 kilogram bagi masyarakat di wilayah perbatasan, khususnya Kecamatan Jagoi Babang.
Wagub Kalbar Krisantus Kurniawan menegaskan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalbar mendukung penuh pelaksanaan Gertam sebagai langkah strategis memperkuat ketahanan pangan dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
“Jagung merupakan komoditas strategis, bukan hanya untuk pangan, tetapi juga menjadi bahan baku utama pakan ternak. Jika produksi meningkat, maka stabilitas harga pakan dapat terjaga dan sektor peternakan di Kalbar ikut berkembang,” ujarnya.
Krisantus berharap Gertam tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, melainkan menjadi gerakan berkelanjutan yang melibatkan masyarakat, kelompok tani, penyuluh pertanian, dan pemerintah daerah.
Selain penanaman simbolis, kegiatan tersebut juga diisi dengan penyerahan bantuan benih jagung hibrida secara simbolis kepada sejumlah desa di Kecamatan Jagoi Babang, yakni Desa Kumba, Desa Sekida, Desa Gresik, Desa Semunying Jaya, dan Desa Jagoi.
Program Gertam ini merupakan bagian dari Gerakan Tanam Serentak atau Upaya Khusus (Upsus) Jagung yang digalakkan Kementerian Pertanian (Kementan) untuk meningkatkan produktivitas pertanian nasional, mengoptimalkan lahan tidur, serta memperkuat kesejahteraan petani. Kegiatan berakhir sekitar pukul 16.30 WIB dalam situasi aman dan kondusif. []
Redaksi
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan