Pemkot Bontang meraih Terbaik I pada bidang akses dan kualitas layanan kesehatan serta pengelolaan sampah dan lingkungan, dengan dana apresiasi masing-masing Rp2 miliar.
BONTANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang meraih dua penghargaan terbaik tingkat regional Kalimantan pada bidang kesehatan serta pengelolaan sampah dan lingkungan, sekaligus memperoleh dana apresiasi masing-masing Rp2 miliar. Capaian tersebut akan dijadikan momentum untuk memperkuat layanan dasar yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat.
Dua penghargaan itu diraih dalam Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi Tahun 2026 Batch II Regional Kalimantan yang digelar di Balikpapan, Kamis (03/09/2026). Pemkot Bontang ditetapkan sebagai Terbaik I Kategori Akses dan Kualitas Layanan Kesehatan serta Terbaik I Kategori Pengelolaan Sampah dan Lingkungan Asri.
Dengan dua predikat Terbaik I tersebut, Bontang memperoleh dana apresiasi sebesar Rp2 miliar untuk setiap kategori atau total Rp4 miliar.
Ajang tersebut diinisiasi Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan diselenggarakan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) sebagai bentuk apresiasi terhadap kinerja pemerintah daerah dalam menjalankan program yang berkaitan dengan kebutuhan dasar masyarakat.
Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni menerima langsung penghargaan Kategori Pengelolaan Sampah dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian, sedangkan penghargaan Kategori Akses dan Kualitas Layanan Kesehatan diserahkan Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Akhmad Wiyagus.
Penghargaan tersebut, sebagaimana diwartakan Ppid Setda, Kamis, (03/09/2026), menjadi pengakuan terhadap kebijakan Pemkot Bontang dalam pengelolaan layanan kesehatan serta lingkungan.
Capaian itu sekaligus menjadi dorongan bagi Pemkot Bontang untuk memastikan kebijakan dan anggaran daerah pada dua sektor tersebut tetap memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Neni menegaskan penghargaan yang diterima bukan menjadi akhir dari upaya pemerintah daerah. Pemkot Bontang akan melanjutkan peningkatan pelayanan kesehatan sekaligus memperkuat tata kelola persampahan dan pelestarian lingkungan.
“Pemerintah Kota Bontang akan terus berkomitmen meningkatkan pelayanan yang langsung berkaitan dengan kebutuhan masyarakat. Kesehatan merupakan salah satu layanan dasar, sehingga capaian ini tentu menjadi dorongan agar pelayanan yang sudah berjalan dapat terus diperbaiki, begitu juga dengan pengelolaan sampah, dengan TPST dan Gerakan Sampahku Itu Tanggung Jawabku (GESIT),” tegas Neni memastikan keberlanjutan program strategis daerah.
Pada sektor lingkungan, Pemkot Bontang akan melanjutkan optimalisasi Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) serta Gerakan Sampahku Itu Tanggung Jawabku (GESIT) sebagai bagian dari upaya memperkuat pengelolaan sampah berbasis partisipasi masyarakat.
Sementara itu, penghargaan pada sektor kesehatan diharapkan menjadi pemacu bagi pemerintah daerah untuk terus meningkatkan akses dan mutu layanan, mengingat kesehatan merupakan salah satu pelayanan dasar yang berkaitan langsung dengan kesejahteraan warga.
Pemkot Bontang menargetkan pengakuan tersebut tidak berhenti sebagai prestasi administratif, tetapi diterjemahkan melalui keberlanjutan program, peningkatan kualitas pelayanan, serta penguatan pengelolaan lingkungan agar manfaatnya semakin dirasakan masyarakat. []
Redaksi
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan