BPBD Kubar membagi personel untuk menangani sejumlah kejadian Karhutla pada hari yang sama, termasuk kebakaran sekitar 0,5 hektare lahan di Simpang Raya yang berhasil dikendalikan.
KUTAI BARAT – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kutai Barat (Kubar) harus membagi personel untuk merespons kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di sejumlah wilayah pada Jumat (04/09/2026). Salah satu titik kebakaran di Kelurahan Simpang Raya RT 11, Kecamatan Barong Tongkok, berhasil dikendalikan setelah menghanguskan sekitar 0,5 hektare lahan.
Selain Simpang Raya, personel BPBD Kubar pada hari yang sama juga dikerahkan untuk merespons kejadian kebakaran di Kampung Tepulang, Kecamatan Sekolaq Darat, serta Kampung Sentalar dan Temula. Pembagian personel dilakukan sebagai bagian dari upaya mempercepat penanganan sekaligus mencegah api meluas di sejumlah titik.
Kebakaran di Simpang Raya pertama kali dilaporkan masyarakat sekitar pukul 11.04 WITA. Setelah menerima informasi, BPBD Kubar mengerahkan delapan personel dengan dukungan tiga unit kendaraan slip-on menuju lokasi, sebagaimana dilansir Kominfokubar, Jumat, (04/09/2026).
Tim berangkat sekitar pukul 11.20 WITA dan tiba di lokasi lima menit kemudian. Pemadaman dilakukan bersama masyarakat dan anggota Masyarakat Peduli Api (MPA) untuk membatasi penyebaran api ke kawasan di sekitarnya.
Setelah penanganan berlangsung kurang dari dua jam, api berhasil dikendalikan dan proses pemadaman dinyatakan selesai sekitar pukul 13.15 WITA. Selama operasi, petugas melakukan satu kali pengisian ulang air dan tidak menghadapi kendala berarti.
Berdasarkan pendataan sementara, kebakaran berdampak pada lahan seluas sekitar 0,5 hektare. Area yang terbakar berupa lahan mineral dengan tutupan belukar, pakis-pakisan, dan ilalang. Lokasi tersebut berada di kawasan Areal Penggunaan Lain (APL) dengan kontur tanah relatif datar.
Hingga penanganan selesai, penyebab kebakaran belum diketahui. Tidak ada personel yang mengalami luka maupun kejadian lain yang membahayakan keselamatan selama proses pemadaman. Kendaraan dan perlengkapan yang digunakan juga dilaporkan tidak mengalami kerusakan.
Munculnya kebakaran di beberapa wilayah pada hari yang sama menunjukkan perlunya peningkatan kewaspadaan terhadap potensi Karhutla di Kubar. Respons cepat BPBD Kubar, MPA, dan masyarakat diharapkan dapat mencegah titik api berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas, terutama ketika kondisi lingkungan meningkatkan risiko kebakaran lahan. []
Redaksi
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan