gambar ilustrasi

Bulog Bangun Gudang Beras 1.000 Ton di Malinau

Perum Bulog Kantor Cabang Bulungan mulai membangun gudang beras berkapasitas 1.000 ton di Malinau untuk mempercepat distribusi pangan dan penanganan logistik bencana di pedalaman Kaltara.

MALINAU – Perum Bulog Kantor Cabang Bulungan mulai merealisasikan pembangunan gudang penyimpanan beras di Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara (Kaltara), pada 2026. Gudang berkapasitas 1.000 ton itu diproyeksikan mempercepat distribusi pangan pemerintah ke wilayah pedalaman sekaligus memperkuat penanganan logistik saat terjadi bencana.

Selama ini distribusi stok pangan ke Malinau masih bergantung pada Gudang Bulog di Kabupaten Bulungan. Kondisi tersebut dinilai kurang efisien karena membutuhkan waktu pengiriman lebih lama dan biaya angkut yang tinggi, sebagaimana diberitakan Tribun Kaltara, Minggu (12/05/2026).

Kepala Perum Bulog Kantor Cabang Bulungan Oktavianur mengatakan, pembangunan gudang saat ini masih dalam tahap proses hibah lahan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malinau. Meski begitu, anggaran pembangunan disebut sudah berjalan pada tahun ini.

“Masih proses hibah, tetapi anggarannya sudah berjalan di tahun ini. Otomatis pembangunannya akan berjalan tahun ini,” ujarnya.

Menurut Oktavianur, lahan yang disiapkan Pemkab Malinau memiliki luas sekitar 1,7 hektare. Gudang tersebut nantinya akan menjadi pusat penyimpanan cadangan pangan pemerintah untuk wilayah Malinau dan Kabupaten Tana Tidung.

“Lahan yang dihibahkan sementara sekitar 1,7 hektare. Paling tidak Desember nanti gudangnya sudah berdiri,” ucap Oktavianur.

Ia menjelaskan, keberadaan Gudang Bulog di Malinau menjadi langkah strategis untuk mendekatkan distribusi pangan pemerintah ke wilayah pedalaman Kaltara. Selama ini, distribusi beras masih dilakukan dari gudang pusat di Tanjung Selor menuju Malinau dengan jarak tempuh yang cukup jauh.

“Selama ini pengiriman dari sini menuju Malinau cukup jauh dan membutuhkan waktu. Ongkos angkut juga memengaruhi harga beras,” jelasnya.

Selain mempercepat distribusi pangan, gudang tersebut juga diproyeksikan menjadi pusat antisipasi penanganan kondisi darurat dan bencana alam di wilayah Malinau dan Tana Tidung. Lokasi Malinau dinilai lebih strategis untuk menjangkau kawasan pedalaman dibanding distribusi langsung dari Bulungan.

“Kalau nanti ada bencana di daerah Tana Tidung atau Malinau, antisipasinya akan lebih cepat karena jaraknya lebih dekat,” katanya.

Oktavianur menambahkan, Gudang Bulog di Malinau nantinya tetap berada di bawah koordinasi Kantor Cabang Bulungan. Stok beras dari gudang pusat di Bulungan akan didistribusikan secara berkala guna menjaga ketersediaan cadangan pangan pemerintah di wilayah pedalaman Kaltara.

“Kami siap menjaga stok pangan pemerintah, khususnya di Kalimantan Utara agar tetap aman,” tutupnya. []

Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com