Bulungan Genjot Jalan dan Jembatan untuk Buka Akses Wilayah

Pemkab Bulungan meningkatkan jaringan jalan dan jembatan untuk memperlancar distribusi hasil pertanian, membuka akses wilayah pelosok, dan memperkuat pemerataan pembangunan.

BULUNGAN – Peningkatan konektivitas di Kabupaten Bulungan (Bulungan) mulai diarahkan untuk memperlancar distribusi hasil pertanian sekaligus membuka akses masyarakat di wilayah yang sebelumnya sulit dijangkau. Hingga 2026, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulungan mencatat panjang jalan mantap mencapai lebih dari 1.072,3 kilometer (km), naik dari sebelumnya 951,8 km.

Bupati Bulungan Syarwani mengatakan penguatan infrastruktur jalan dan jembatan menjadi bagian penting dalam menghubungkan wilayah sekaligus mendukung pemerataan pembangunan. Peningkatan akses tersebut diharapkan tidak hanya mempermudah mobilitas warga, tetapi juga memperlancar aktivitas ekonomi masyarakat.

“Kami terus memberikan perhatian besar terhadap peningkatan konektivitas antarwilayah dan pemenuhan layanan dasar masyarakat,” kata Syarwani sebagaimana diberitakan Kompas, Sabtu, (19/09/2026).

Menurut Syarwani, sektor pertanian menjadi salah satu aktivitas masyarakat yang membutuhkan dukungan konektivitas. Karena itu, pembangunan dan peningkatan sejumlah ruas jalan interkoneksi strategis terus didorong untuk membantu pergerakan hasil pertanian dari wilayah produksi menuju daerah tujuan.

“Sektor jalan dan jembatan menjadi prioritas untuk memangkas ketimpangan serta memperlancar distribusi hasil pertanian masyarakat,” ungkap Syarwani.

Salah satu jalur yang mendapat perhatian ialah ruas Tanjung Palas-Salimbatu. Pemkab Bulungan menempatkan jalur tersebut sebagai bagian dari jaringan interkoneksi strategis yang perlu ditangani secara bertahap berdasarkan target pembangunan dan kemampuan anggaran daerah.

“Penanganan jalan interkoneksi strategis terus kami genjot sesuai target dan kemampuan anggaran daerah,” ujar Syarwani.

Selain peningkatan jalan, jumlah jembatan di Bulungan juga bertambah. Data Pemkab Bulungan menunjukkan jumlah jembatan meningkat dari 143 unit menjadi 158 unit pada 2026. Penambahan tersebut ditujukan untuk memperkuat akses masyarakat, terutama di wilayah yang sebelumnya menghadapi keterbatasan konektivitas.

“Pembangunan jembatan ini penting untuk membuka akses masyarakat di wilayah pelosok sehingga tidak lagi terisolasi,” tutur Syarwani.

Peningkatan infrastruktur jalan dan jembatan tersebut menjadi bagian dari 10 Proyek Strategis Daerah (PSD) yang ditetapkan Pemkab Bulungan. Program itu diarahkan agar pembangunan infrastruktur memiliki manfaat langsung terhadap mobilitas dan aktivitas masyarakat.

“Pembangunan infrastruktur harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan memperkuat konektivitas antarwilayah,” tegas Syarwani. []

Redaksi 03

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *