DPRD Kotim menekankan pentingnya kolaborasi masyarakat dan kepolisian untuk menekan maraknya kasus curanmor di Sampit.
KOTAWARINGIN TIMUR – Peningkatan kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di wilayah Sampit mendorong Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) meminta penguatan kolaborasi antara masyarakat dan aparat kepolisian guna menekan angka kriminalitas.
Ketua Komisi I DPRD Kotim Angga Aditya Nugraha menilai, tren curanmor yang terjadi belakangan ini tidak hanya disebabkan oleh faktor pelaku kejahatan, tetapi juga dipengaruhi oleh rendahnya tingkat kewaspadaan masyarakat dalam mengamankan kendaraan.
“Kalau memarkirkan motor, pastikan langsung dikunci stang. Ini langkah sederhana, tapi sangat penting untuk mengurangi risiko pencurian,” ujarnya, sebagaimana dilansir Tribunkalteng, Selasa (14/04/2026).
Menurutnya, kebiasaan sebagian warga yang meninggalkan kendaraan tanpa pengamanan dasar menjadi celah yang kerap dimanfaatkan pelaku. Bahkan, sejumlah kasus curanmor dilaporkan terjadi di lingkungan permukiman pada siang hari, menunjukkan bahwa risiko kejahatan tidak hanya terjadi pada malam hari.
Selain mendorong kesadaran masyarakat, Angga juga meminta aparat kepolisian meningkatkan intensitas patroli di wilayah rawan. Langkah tersebut dinilai penting untuk memberikan efek pencegahan sekaligus meningkatkan rasa aman warga.
“Kami berharap pihak kepolisian bisa lebih gencar melakukan patroli, baik siang maupun malam, agar memberikan rasa aman bagi masyarakat,” tegasnya.
Ia menekankan bahwa upaya pencegahan tidak bisa hanya mengandalkan aparat penegak hukum. Peran aktif masyarakat dalam menjaga lingkungan dan meningkatkan kewaspadaan dinilai menjadi faktor penting dalam menekan angka kejahatan.
“Kalau semua pihak saling peduli dan waspada, tentu peluang pelaku untuk beraksi bisa diminimalisir,” tandasnya.
Maraknya kasus curanmor di Kotim menjadi indikator perlunya langkah preventif yang lebih sistematis, baik melalui edukasi masyarakat maupun peningkatan pengamanan di tingkat lingkungan. Dengan sinergi yang kuat antara warga dan aparat, diharapkan angka kejahatan dapat ditekan dan situasi keamanan tetap kondusif. []
Redaksi
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan