NASA menyatakan ledakan keras yang terdengar di wilayah timur laut Amerika Serikat berasal dari meteor alami yang meledak di atmosfer dengan energi setara 300 ton TNT.
JAKARTA – Badan Penerbangan dan Antariksa Nasional Amerika Serikat (National Aeronautics and Space Administration/NASA) mengungkapkan ledakan keras yang terdengar di wilayah timur laut Amerika Serikat (AS) pada Sabtu dipicu oleh meteor yang meledak di atmosfer Bumi. Energi yang dilepaskan dari peristiwa tersebut diperkirakan setara dengan 300 ton trinitrotoluena (trinitrotoluene/TNT).
Fenomena itu menarik perhatian warga di sejumlah wilayah karena menghasilkan suara dentuman yang cukup kuat. Berdasarkan penjelasan NASA, objek tersebut merupakan benda langit alami yang memasuki atmosfer dan bukan bagian dari puing-puing antariksa buatan manusia.
Wakil Kepala Berita NASA, Jennifer Dooren, menegaskan meteor tersebut tidak memiliki kaitan dengan aktivitas hujan meteor yang sedang berlangsung.
“Bola api ini tidak terkait dengan hujan meteor aktif saat ini, tetapi merupakan objek alami dan bukan masuk kembali puing-puing luar angkasa atau satelit,” kata Jennifer Dooren, sebagaimana dilansir Detiknews, Minggu, (31/05/2026).
Menurut NASA, proses pecahnya meteor di atmosfer menghasilkan energi yang sangat besar sehingga menimbulkan suara ledakan yang dapat terdengar hingga wilayah yang luas.
“Energi yang dilepaskan saat pecah diperkirakan setara dengan sekitar 300 ton TNT, yang menjelaskan ledakan keras tersebut,” imbuhnya.
Peristiwa meteor yang meledak di atmosfer bukanlah fenomena yang sepenuhnya langka. Namun, besarnya energi yang dilepaskan dalam kejadian ini menjadikannya salah satu fenomena langit yang menarik perhatian publik dan komunitas ilmiah. Pengamatan lebih lanjut diharapkan dapat memberikan informasi tambahan mengenai ukuran, komposisi, serta lintasan objek sebelum memasuki atmosfer Bumi. []
Redaksi1
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan