Dana RT Ku Terbaik Rp150 Juta di Kukar Berpotensi Dipangkas Separuh

DPRD Kukar mempertimbangkan rasionalisasi hingga sedikitnya 50 persen terhadap alokasi Rp150 juta per RT karena program RT Ku Terbaik baru direncanakan berjalan mulai Oktober 2026.

KUTAI KARTANEGARA – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kutai Kartanegara (Kukar) membuka peluang memangkas hingga sedikitnya 50 persen alokasi program RT Ku Terbaik dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) 2026. Rasionalisasi dipertimbangkan karena program yang mengalokasikan Rp150 juta bagi setiap Rukun Tetangga (RT) itu baru direncanakan berjalan mulai Oktober 2026.

Ketua DPRD Kukar Ahmad Yani mengatakan alokasi Rp150 juta per RT pada dasarnya dirancang untuk pelaksanaan selama satu tahun anggaran. Dengan waktu efektif pelaksanaan 2026 yang jauh lebih singkat, pemberian anggaran secara penuh dinilai tidak ideal.

“Kalau misalnya anggaran Rp150 juta itu efektif dan ideal kalau dilaksanakan dari Januari. Tapi karena sekarang sudah memasuki bulan September dan akan dilaksanakan di bulan Oktober, itu pasti tidak ideal,” kata Ahmad Yani saat ditemui di Kantor DPRD Kukar, Tenggarong, Senin (07/09/2026).

Menurut Ahmad Yani, DPRD Kukar bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kukar masih akan membahas dan merasionalisasi besaran anggaran yang dapat diberikan kepada setiap RT pada tahun pertama pelaksanaan program tersebut. Penyesuaian diperlukan agar anggaran sesuai dengan waktu pelaksanaan dan tetap dapat digunakan secara efektif hingga akhir tahun.

Ia menyebut pengurangan alokasi berpotensi mencapai setidaknya 50 persen dari pagu Rp150 juta per RT. Namun, besaran final belum diputuskan karena masih menjadi bagian dari pembahasan APBD-P 2026 antara DPRD Kukar dan Pemkab Kukar.

Pelaksanaan program pada 2026, menurut Ahmad Yani, sekaligus akan menjadi tahap uji coba untuk mengukur efektivitas pembangunan berbasis RT. Hasil evaluasi tahun pertama akan menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan keberlanjutan serta besaran anggaran program pada APBD murni 2027.

“Kita uji coba dulu. Kita pastikan kasih anggaran per RT. Kalau itu sukses, kita akan lanjutkan di 2027. Tetapi kalau masih ada masalah, tentu itu menjadi tolok ukur ketika kita membahas APBD murni 2027,” ujarnya.

RT Ku Terbaik merupakan program Pemkab Kukar yang dirancang untuk mengalokasikan anggaran hingga Rp150 juta kepada setiap RT. Skema tersebut menempatkan masyarakat di tingkat RT sebagai pihak yang menentukan kebutuhan dan prioritas pembangunan di lingkungan masing-masing.

Saat peluncuran program di Gedung Putri Karang Melenu, Tenggarong Seberang, Selasa (23/06/2026), Bupati Kukar Aulia Rahman Basri menjelaskan bahwa alokasi Rp150 juta per RT dirancang terbagi dalam tiga tahap selama satu tahun anggaran. Setiap tahap dialokasikan Rp50 juta untuk empat bulan pelaksanaan.

Karena program tidak berjalan sejak awal 2026, Aulia saat itu memperkirakan alokasi yang dapat diimplementasikan pada tahun pertama sebesar Rp100 juta per RT. Adapun pemberian penuh Rp150 juta per RT direncanakan mulai diterapkan pada 2027.

Pembahasan APBD-P 2026 selanjutnya akan menentukan besaran anggaran yang benar-benar diterima setiap RT. Evaluasi pelaksanaan pada akhir tahun juga akan menjadi penentu apakah skema RT Ku Terbaik layak dilanjutkan dengan alokasi penuh pada tahun anggaran 2027. []

Penulis: M. Reza Danuarta | Penyunting: Nursiah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com