Dari Kebun Sekolah, Siswa Bontang Belajar Cinta Lingkungan

SDN 002 Bontang Barat menggelar Panen Raya Sayur Kangkung dan Lomba Kebun Sayur Antar-Kelas untuk mengenalkan ketahanan pangan, cinta lingkungan, dan karakter disiplin kepada siswa.

BONTANG – Sekolah Dasar Negeri (SDN) 002 Bontang Barat menjadikan kebun sayur sebagai ruang belajar ketahanan pangan dan pembentukan karakter siswa melalui Panen Raya Sayur Kangkung serta pembukaan Lomba Kebun Sayur Antar-Kelas, Rabu (17/06/2026) pagi.

Kegiatan yang berlangsung di lingkungan SDN 002 Bontang Barat itu menjadi bagian dari program “Pengolahan Program Pertanian Terintegrasi untuk Meningkatkan Ketahanan Pangan Keluarga Siswa”. Program tersebut mendapat apresiasi Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang karena dinilai mampu mengenalkan praktik pertanian sejak dini kepada peserta didik, sebagaimana dilansir Ppid Setda, Rabu, (17/06/2026).

Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan Rafidah, yang hadir mewakili Wali Kota Bontang, mengatakan gerakan menanam di sekolah tidak hanya berkaitan dengan panen, tetapi juga menjadi upaya membangun kesadaran pangan dari lingkungan pendidikan.

“Program ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan upaya membangun ekosistem ketahanan pangan yang mandiri dimulai dari lingkungan sekolah,” ujar Rafidah memberikan dukungan kelembagaan.

Dalam kegiatan tersebut, Rafidah didampingi Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan, dan Pertanian (DKP3) Bontang Ahmad Aznem serta Kepala SDN 002 Bontang Barat Suhartini.

Program tersebut merupakan implementasi inovasi Smart Tani Goes to School yang didampingi tenaga penyuluh DKP3 Bontang. Melalui pendampingan itu, siswa tidak hanya mengenal tanaman sayuran, tetapi juga belajar proses menanam, merawat, hingga memanen hasil kebun.

Rafidah menilai kebun sekolah dapat menjadi laboratorium hidup bagi siswa. Melalui aktivitas berkebun, anak-anak diajak memahami nilai kedisiplinan, kesabaran, kepedulian terhadap lingkungan, serta penghargaan terhadap profesi petani.

“Anak-anak tidak hanya belajar dari buku teks di dalam kelas, tetapi juga belajar langsung dari alam. Mereka diajarkan mencintai lingkungan, membangun karakter disiplin, melatih kesabaran, dan menghargai profesi mulia seorang petani,” kata Rafidah.

Pemkot Bontang menilai penguatan ketahanan pangan dari lingkungan sekolah sejalan dengan arah pembangunan daerah sebagai kota industri dan jasa yang maju serta sejahtera, termasuk dalam menyongsong peran Bontang sebagai mitra Ibu Kota Nusantara (IKN).

Keberhasilan kegiatan tersebut juga didukung kolaborasi paguyuban, komite orang tua murid, sekolah, dan penyuluh DKP3 Bontang. Kolaborasi ini menunjukkan bahwa ketahanan pangan dapat dibangun dari lingkup terkecil, termasuk keluarga dan sekolah.

Pada akhir kegiatan, Pemkot Bontang membuka Lomba Kebun Sayur Antar-Kelas. Kompetisi itu diharapkan mendorong kreativitas, kekompakan, dan inovasi siswa dalam merawat kebun sekolah secara berkelanjutan. []

Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com