Pemerintah Kerala meliburkan sekolah setelah menerima banyak permintaan dari pelajar yang ingin menyaksikan final Piala Dunia 2026 antara Argentina dan Spanyol.
THIRUVANANTHAPURAM – Desakan pelajar menjelang final Piala Dunia Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) 2026 mendorong Pemerintah Kerala, India, meliburkan seluruh sekolah di bawah Departemen Pendidikan Umum pada Senin (20/07/2026). Kebijakan tersebut memberi kesempatan kepada siswa menyaksikan pertandingan Argentina melawan Spanyol yang berlangsung lewat tengah malam waktu setempat.
Final Piala Dunia FIFA 2026 dijadwalkan berlangsung di Stadion MetLife, East Rutherford, New Jersey, Amerika Serikat, pada Minggu (19/07/2026) waktu setempat. Perbedaan waktu membuat pertandingan baru dimulai sekitar pukul 00.30 Waktu Standar India (IST), Senin dini hari.
Keputusan libur diumumkan setelah pemerintah menerima banyak permintaan dari pelajar di Kerala. Para siswa menilai mereka akan kesulitan mengikuti kegiatan belajar setelah begadang menyaksikan pertandingan yang mempertemukan Argentina dan Spanyol tersebut.
Menteri Pendidikan Umum Kerala N. Samsudheen mengonfirmasi kebijakan itu melalui media sosial, sebagaimana diberitakan CNN Indonesia, Minggu, (19/07/2026). Ia kemudian menyapa para pelajar dengan kalimat singkat.
“Sekarang sudah senang, anak-anak?”
Kebijakan tersebut mencerminkan kuatnya budaya sepak bola di Kerala. Antusiasme masyarakat terhadap partai final juga mendapat perhatian pemerintah karena pertandingan berlangsung pada jam belajar dan istirahat para siswa.
Kepala Menteri Kerala V.D. Satheesan menyebut wilayahnya sedang mengalami “demam sepak bola tingkat maksimal”. Satheesan menjabat kepala pemerintahan Kerala, sedangkan Samsudheen memegang portofolio pendidikan umum dalam kabinet yang dibentuk pada Mei 2026.
“Saat Kerala dilanda demam sepak bola menjelang partai puncak Argentina versus Spanyol, pemerintah memutuskan meliburkan seluruh lembaga pendidikan besok agar para penggemar muda bisa menikmati pertandingan tengah malam tanpa harus mengkhawatirkan sekolah atau kuliah keesokan harinya. Begadanglah, bersoraklah sepuasnya, dan nikmati pertandingan,” tulisnya.
Sebelum keputusan tersebut diterbitkan, politikus Partai Komunis India-Marxis (CPI-M) sekaligus mantan Menteri Pendidikan Kerala V. Sivankutty telah meminta pemerintah meliburkan sekolah. Ia menilai siswa berpotensi kesulitan hadir dan berkonsentrasi di kelas setelah menyaksikan pertandingan hingga dini hari.
Sivankutty juga mengusulkan agar satu hari Sabtu dijadikan hari sekolah untuk mengganti kegiatan belajar yang ditiadakan. Dukungan terhadap kebijakan libur turut disampaikan para pemimpin United Democratic Front (UDF), koalisi politik yang memerintah Kerala.
Keputusan pemerintah itu berlaku di tengah besarnya perhatian publik terhadap final Piala Dunia FIFA 2026. Laporan media India menyebut kebijakan libur mencakup lembaga pendidikan di Kerala agar pelajar dapat menyaksikan pertandingan tanpa menghadapi kewajiban masuk kelas pada pagi berikutnya.
Dalam pertandingan tersebut, Argentina yang diperkuat Lionel Messi berusaha mempertahankan gelar juara dunia, sedangkan Spanyol mengincar trofi keduanya. Antusiasme itu menjadikan final Piala Dunia bukan hanya peristiwa olahraga, tetapi juga fenomena sosial yang memengaruhi kebijakan pendidikan di Kerala. []
Redaksi
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan