Disdamkarmat Palangka Raya melatih pekerja SPPG guna meningkatkan kesiapsiagaan dan menekan risiko kebakaran di lingkungan dapur layanan publik.
PALANGKA RAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Palangka Raya melalui Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) meningkatkan fokus pencegahan kebakaran di sektor dapur layanan publik dengan membekali pekerja Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) keterampilan tanggap darurat, Jumat (24/04/2026).
Langkah ini dilakukan sebagai upaya menekan potensi kebakaran di lingkungan kerja yang memiliki risiko tinggi penggunaan kompor dan tabung gas, sekaligus memperkuat kesiapsiagaan tenaga operasional di lapangan.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdamkarmat Kota Palangka Raya Urianinu Napulangit menjelaskan, pelatihan difokuskan pada kemampuan dasar penanganan kebakaran sejak tahap awal.
“Ini bagian dari kewajiban kami untuk memperkenalkan tata cara pengamanan dan penanganan awal kepada para pekerja SPPG,” ujarnya, sebagaimana dilansir Media Center, Jumat (24/04/2026).
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan materi praktis seperti penanganan kebocoran tabung gas, penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR), hingga teknik pemadaman api menggunakan karung goni basah. Pelatihan ini dirancang untuk mendorong respons cepat sekaligus mengurangi kepanikan saat menghadapi kondisi darurat.
Urianinu menekankan, pemahaman yang tepat akan berdampak langsung pada upaya meminimalkan risiko kerugian, baik terhadap aset, kelangsungan operasional dapur, maupun keselamatan lingkungan sekitar.
“Dengan pemahaman yang baik, risiko kebakaran dapat diminimalkan sehingga tidak membahayakan aset, operasional dapur, maupun lingkungan sekitar,” tambahnya.
Sementara itu, Plt Kepala Bidang (Kabid) Penyelamatan Disdamkarmat Kota Palangka Raya Agnes mengungkapkan, permintaan pelatihan dari unit SPPG terus meningkat sepanjang April 2026.
Ia menyebut, hingga saat ini terdapat tujuh permohonan sosialisasi dan pelatihan yang masuk, dengan enam lokasi telah dilaksanakan dan satu lainnya dijadwalkan sebelum akhir bulan.
Program edukasi ini diharapkan mampu membangun budaya sadar keselamatan di lingkungan kerja berbasis layanan publik, sekaligus menjadi langkah preventif dalam menekan angka kejadian kebakaran di Kota Palangka Raya. []
Redaksi
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan