Dispar Kutim Genjot Promosi Sungai Seleq Segum di Tengah Kendala Akses

Fasilitas wisata Sungai Seleq Segum di Desa Miau Baru dinilai memadai, tetapi kondisi akses jalan menuju kawasan masih menjadi hambatan utama pengembangan destinasi.

KUTAI TIMUR – Akses jalan masih menjadi kendala utama pengembangan destinasi wisata Sungai Seleq Segum di Desa Miau Baru, Kecamatan Kongbeng, Kabupaten Kutai Timur (Kutim). Padahal, sejumlah fasilitas pendukung wisata di kawasan tersebut dinilai sudah memadai.

Kepala Dinas (Kadis) Pariwisata Kutim, Mahriadi, mengatakan Sungai Seleq Segum telah dilengkapi sejumlah fasilitas yang dibangun untuk mendukung kenyamanan pengunjung. Namun, kondisi jalan menuju lokasi masih belum memadai.

“Sebenarnya sudah bagus Saleq Segum itu, sudah ada fasilitasnya kalau dari Dinas Pariwisata, cuman masalahnya akses ke situ,” ujar Mahriadi saat di temui di ruang kerjanya pada Senin (14/09/2026).

Sungai Seleq Segum merupakan destinasi wisata alam berupa sungai berair jernih yang berada tidak jauh dari kawasan Hutan Lindung Wehea. Destinasi tersebut terletak di Desa Miau Baru, Kecamatan Kongbeng, Kalimantan Timur (Kaltim).

Mahriadi menjelaskan, penanganan infrastruktur jalan menuju destinasi tersebut tidak berada dalam kewenangan Dinas Pariwisata (Dispar) Kutim. Penanganannya bergantung pada instansi yang memiliki kewenangan berdasarkan status ruas jalan tersebut.

Meski akses masih menjadi kendala, Dispar Kutim tetap melakukan promosi untuk memperkenalkan Sungai Seleq Segum kepada masyarakat. Salah satunya dilakukan dengan membuat konten promosi langsung dari lokasi saat pelaksanaan acara Upah beberapa waktu lalu.

Promosi tersebut menampilkan sejumlah fasilitas yang tersedia, antara lain glamping atau kemah mewah, gazebo, serta wahana perahu yang dapat digunakan pengunjung untuk menyusuri sungai.

Mahriadi juga memastikan hingga kini pengunjung belum dikenakan retribusi untuk memasuki kawasan wisata Sungai Seleq Segum. Wisatawan hanya diimbau melapor terlebih dahulu kepada pengelola setempat sebagai bagian dari koordinasi dan upaya menjaga keamanan selama berada di lokasi.

“Yang penting lapor sama pemiliknya, Pak Irang kalau enggak salah. Ke mana kau saja lapor ketemu Pak Irang, izin saya mau bikin promosi untuk wisata Saleq Segum,” imbuhnya.

Menurut Mahriadi, Dispar Kutim juga berkoordinasi dengan pengelola sebelum melakukan kegiatan promosi di kawasan tersebut. Koordinasi dilakukan agar proses pengambilan konten maupun kunjungan dapat berlangsung tertib dan memperoleh izin dari pengelola.

Dengan fasilitas wisata yang telah tersedia, peningkatan akses jalan menjadi salah satu faktor penting untuk mendukung kemudahan kunjungan wisatawan sekaligus memperkuat pengembangan Sungai Seleq Segum sebagai destinasi wisata alam di Kutim. [] (ADV)

Penulis: Butsainah Yusri | Penyunting: Nursiah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com