Geopark Sangkulirang-Mangkalihat telah melewati verifikasi lapangan pada Juli 2026, sementara Dispar Kutim menyiapkan pengembangan fasilitas dan atraksi wisata sambil menunggu penetapan resmi sebagai Geopark Nasional.
KUTAI TIMUR – Kawasan Geopark Sangkulirang-Mangkalihat di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) telah melewati tahap verifikasi lapangan oleh Tim Verifikasi Geopark Nasional pada Juli 2026. Namun, statusnya sebagai Geopark Nasional belum resmi karena Surat Keputusan (SK) penetapan belum diterbitkan.
Kepala Dinas (Kadis) Pariwisata Kutim Mahriadi mengatakan, selesainya verifikasi lapangan merupakan salah satu tahapan dalam proses menuju pengukuhan Geopark Sangkulirang-Mangkalihat sebagai Geopark Nasional.
“Belum ada SK, belum diumumkan sebagai nasional. Itu belum secara resmi ber-SK,” ujar Mahriadi saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (14/09/2026).
Mahriadi memperkirakan pengumuman mengenai hasil proses tersebut dapat dilakukan pada Oktober 2026. Sementara itu, SK resmi dari kementerian terkait diperkirakan baru diterbitkan pada 2027.
Menurut Mahriadi, kawasan Geopark Sangkulirang-Mangkalihat memiliki beragam potensi wisata yang dapat dikembangkan, termasuk destinasi bahari seperti Pantai Sekrat, Pantai Marang, dan Mata Air Tangga Bidadari.
Sejumlah fasilitas dasar juga telah tersedia untuk menunjang kenyamanan wisatawan, antara lain gazebo dan fasilitas glamping. Pemerintah daerah selanjutnya berencana memperkuat daya tarik kawasan dengan menghadirkan fasilitas serta atraksi tambahan.
Dinas Pariwisata (Dispar) Kutim antara lain merencanakan pembangunan panggung pertunjukan agar wisatawan tidak hanya menikmati bentang alam, tetapi juga dapat menyaksikan atraksi budaya yang melibatkan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dan masyarakat setempat.
Mahriadi mencontohkan pengembangan kawasan wisata Uluwatu di Bali yang memadukan panorama alam dengan pertunjukan Tari Kecak sebagai daya tarik bagi wisatawan.
Selain wisata alam dan bahari, Geopark Sangkulirang-Mangkalihat memiliki potensi wisata minat khusus. Salah satunya berkaitan dengan penelitian situs gambar cadas berupa telapak tangan purba yang terdapat di gua-gua karst serta kegiatan konservasi alam.
“Jadi cuman orang-orang mau Konservasi, penelitian, wisata telapak tangan. Biasanya itu minat khusus,” jelasnya.
Dispar Kutim berharap tahapan menuju penetapan Geopark Sangkulirang-Mangkalihat sebagai Geopark Nasional dapat segera dituntaskan. Pengukuhan tersebut diharapkan memperkuat daya tarik pariwisata Kutim sekaligus membuka peluang pengembangan fasilitas, kegiatan konservasi, atraksi budaya, serta keterlibatan masyarakat di kawasan geopark secara lebih optimal. []
Penulis: Butsainah Yusri | Penyunting: Nursiah
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan