Pemkab Kotim mendapat tambahan dua unit kendaraan pemadam dari dukungan Korem 102/Panju Panjung setelah evaluasi menunjukkan personel penanganan karhutla telah memadai, tetapi peralatan masih terbatas.
KOTAWARINGIN TIMUR – Keterbatasan kendaraan pemadam menjadi salah satu kendala penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Kondisi itu mendapat respons melalui dukungan Komando Resor Militer (Korem) 102/Panju Panjung yang membantu menambah dua unit kendaraan pemadam untuk memperkuat penanganan karhutla di wilayah tersebut.
Bupati Kotim Halikinnor mengatakan tambahan peralatan itu melengkapi jumlah personel yang sebelumnya dinilai telah memadai untuk menangani kebakaran di lapangan. Dukungan tersebut diperoleh setelah pemerintah daerah menyampaikan kondisi peralatan kepada Komandan Korem (Danrem) 102/Panju Panjung.
“Kemarin hasil rapat evaluasi beberapa hari yang lalu, petugas kita cukup banyak, tetapi peralatan kita yang kurang, khususnya mobil pemadam,” ujarnya.
Menurut Halikinnor, persoalan keterbatasan kendaraan pemadam menjadi salah satu hasil evaluasi penanganan karhutla yang dilakukan pemerintah daerah beberapa waktu lalu. Dari evaluasi itu diketahui bahwa kebutuhan personel relatif tercukupi, sedangkan dukungan sarana pemadaman masih perlu diperkuat.
Kondisi tersebut kemudian disampaikan kepada Danrem 102/Panju Panjung dalam pertemuan bersama sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) dan Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Kotim pada Senin (28/09/2026).
“Nah, begitu disampaikan dengan Pak Danrem, Pak Danrem langsung menghubungi Pak Panglima. Kita langsung dibantu lagi dua (unit), sehingga semua kelompok itu sudah ada pemadamnya,” jelasnya.
Halikinnor menilai tambahan kendaraan tersebut membuat pembagian kekuatan penanganan karhutla di lapangan menjadi lebih optimal. Dengan tersedianya kendaraan pemadam, kelompok-kelompok yang telah memiliki personel dapat didukung peralatan yang dibutuhkan saat menghadapi kebakaran.
“Kemarin orangnya ada, personelnya ada, tetapi peralatannya kurang. Sekarang sudah terpenuhi semua,” katanya.
Dukungan Korem 102/Panju Panjung, menurut Halikinnor, juga menunjukkan peran satuan tersebut tidak hanya berkaitan dengan pembangunan, tetapi turut membantu pemerintah daerah ketika menghadapi kondisi darurat.
“Kita bersyukur sekali karena Korem 102/Panju Panjung yang membawahi Kalimantan Tengah ditempatkan di Sampit. Dengan adanya Korem ini, tentunya akan menambah kemajuan daerah kita dan kita juga sangat terbantu,” kata Halikinnor.
Ia menyebut bantuan personel dan peralatan dari Korem semakin dirasakan pemerintah daerah dalam menghadapi karhutla yang masih terjadi di Kotim. Kolaborasi lintas pihak tersebut dinilai penting karena penanganan kebakaran membutuhkan dukungan sumber daya manusia sekaligus sarana pemadaman yang memadai.
“Atas nama pemerintah daerah dan masyarakat, kami mengucapkan terima kasih sekali atas dukungan penuh dari Korem 102/Panju Panjung terhadap penanganan karhutla dan juga hal-hal lain yang berkaitan dengan pembangunan serta kesehatan masyarakat kita,” pungkasnya. []
Redaksi 03
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan