Gempa Susulan M 4,7 Guncang Sigi, BMKG Catat 804 Aftershock

BMKG mencatat gempa M 4,7 yang mengguncang Sigi merupakan bagian dari 804 gempa susulan setelah gempa utama M 6,7 pada 16 Juni 2026.

SULAWESI TENGAH – Aktivitas gempa susulan di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah (Sulteng), masih terus terjadi setelah gempa utama berkekuatan magnitudo (M) 6,7 mengguncang wilayah tersebut pada 16 Juni 2026. Terbaru, gempa M 4,7 kembali mengguncang Sigi pada Kamis (18/06/2026) sekitar pukul 20.39 Waktu Indonesia Barat (WIB).

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat, episenter gempa berada pada koordinat 1,14 Lintang Selatan (LS) dan 120,22 Bujur Timur (BT). Lokasinya berada di darat, sekitar 56 kilometer timur laut Sigi, pada kedalaman 5 kilometer.

Kepala Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah IV, Nasrol Adil, menyebut gempa tersebut termasuk gempa dangkal yang dipicu aktivitas Sesar Sausu, sebagaimana diberitakan Cnn Indonesia, Kamis, (18/06/2026).

“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas Sesar Sausu,” kata Kepala BBMKG Wilayah IV Nasrol Adil dalam keterangan resmi.

Getaran gempa dilaporkan terasa di Kota Palu dan Sigi dengan skala III. Pada skala tersebut, getaran umumnya dirasakan nyata di dalam rumah, terutama oleh orang yang sedang berdiam diri.

Nasrol menjelaskan, gempa M 4,7 itu merupakan bagian dari rangkaian gempa susulan setelah gempa utama yang sebelumnya mengguncang Sigi.

“Gempabumi ini merupakan rangkaian susulan dari gempabumi dengan kekuatan M 6,7 di Sigi pada tanggal 16 Juni 2026 pada pukul 10.27 WIB,” katanya.

Hingga 18 Juni 2026 pukul 20.40 WIB, hasil pemantauan BMKG menunjukkan telah terjadi 804 gempa susulan atau aftershock. Kekuatan terbesar dari rangkaian gempa susulan tersebut tercatat mencapai M 5,3.

Rangkaian gempa susulan itu menjadi pengingat bagi warga di wilayah terdampak untuk tetap waspada, mengikuti informasi resmi dari BMKG, serta menghindari bangunan yang berpotensi membahayakan apabila terjadi guncangan susulan berikutnya. []

Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com