Kompetisi balogo kering yang digelar Pengcab GOBI Paser di Kandilo Plaza menjadi ajang silaturahmi sekaligus upaya menjaga olahraga tradisional Kalimantan agar tetap hidup lintas generasi.
PASER – Pengurus Cabang (Pengcab) Gabungan Olahraga Balogo Indonesia (GOBI) Paser menggelar kompetisi balogo kering di lantai 3 Kandilo Plaza, Tanah Grogot, Sabtu, (13/06/2026). Kegiatan ini menjadi ruang silaturahmi antarpenggiat sekaligus upaya menjaga eksistensi olahraga tradisional Kalimantan agar tetap dimainkan lintas generasi.
Ketua Pengcab GOBI Paser, Amriyan, mengatakan kompetisi tersebut digelar untuk mempererat hubungan antarpenggiat balogo di Paser. Peserta yang hadir berasal dari berbagai kelompok usia, mulai dari anak Sekolah Dasar (SD) hingga warga berusia di atas 60 tahun.

“Kegiatan hari ini dalam rangka mempererat silaturahmi, khususnya untuk para penggiat balogo,” kata Amriyan, Sabtu, (13/06/2026).
Kompetisi ini diikuti sekitar 30 peserta dari sejumlah wilayah di Paser, di antaranya Kecamatan Long Kali, Long Pinang, Lempesu, dan Damit. Keberagaman usia peserta menunjukkan balogo masih diminati, baik oleh generasi muda maupun masyarakat dewasa.
Amriyan menjelaskan, panitia semula menyiapkan kompetisi selama dua hari. Namun, seluruh pertandingan dapat diselesaikan dalam satu hari. Pendanaan kegiatan berasal dari uang pendaftaran peserta dan dukungan sponsor.
“awalnya kita rencanakan berlangsung selama dua hari, tetapi ternyata setelah berjalan, bisa selesai dalam waktu satu hari”, imbuhnya.
Balogo merupakan olahraga khas masyarakat Kalimantan yang dimainkan di lapangan datar, baik secara perorangan maupun beregu. Dalam perkembangannya, balogo memiliki beberapa jenis permainan yang disesuaikan dengan arena dan aturan pertandingan.
Amriyan menyebut, terdapat tiga jenis balogo, yakni balogo kering, balogo dempul, dan balogo ambal. Pada kompetisi kali ini, Pengcab GOBI Paser mempertandingkan kategori balogo kering untuk skala lokal.
“Kalau untuk balogo sendiri itu sebenarnya ada 3 macam, balogo kering, balogo dempul, dan balogo ambal. Untuk yang kami laksanakan hari ini, itu jenis balogo kering”, Pungkasnya.
Menurut Amriyan, olahraga balogo rutin dilibatkan dalam berbagai ajang di Paser. Jenis permainan yang dipertandingkan biasanya menyesuaikan penyelenggara dan kebutuhan kegiatan.
Melalui kompetisi ini, Pengcab GOBI Paser berharap balogo tidak hanya bertahan sebagai permainan tradisional, tetapi juga berkembang sebagai olahraga masyarakat yang mampu memperkuat kebersamaan, regenerasi, dan pelestarian budaya lokal. []
Penulis: Wiwik Rahmawati | Penyunting: Nursiah
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan