Gubernur Kaltim Lantik 49 Pejabat, Sejumlah Jabatan Strategis Diisi

Pelantikan 49 pejabat menjadi bagian dari penataan organisasi Pemprov Kaltim, sementara pengisian sejumlah posisi lain akan dilanjutkan agar kekosongan jabatan tidak menghambat kinerja pemerintahan.

SAMARINDA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim) akan melanjutkan pengisian sejumlah jabatan yang masih kosong setelah Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud melantik dan mengambil sumpah 49 Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemprov Kaltim, Senin (28/09/2026). Percepatan pengisian posisi tersebut dilakukan agar kekosongan jabatan tidak menghambat kerja organisasi dan pelayanan pemerintahan.

Pelantikan yang berlangsung di Ruang Serba Guna Ruhui Rahayu, Kantor Gubernur Kaltim, Jalan Gajah Mada, Samarinda, itu mencakup enam pejabat pimpinan tinggi pratama serta 43 pejabat administrator dan pengawas. Penataan tersebut menjadi bagian dari penyegaran organisasi sekaligus pemenuhan kebutuhan jabatan di sejumlah perangkat daerah.

Rudy mengatakan, pelantikan belum berhenti pada 49 pejabat tersebut. Masih terdapat sejumlah posisi yang perlu segera diisi karena proses administrasi yang terlalu lama dinilai dapat mengganggu kinerja organisasi.

“Masih banyak yang akan dilaksanakan pelantikan pejabat. Karena kalau proses administrasinya menunggu lama akan mengganggu. Sementara kita sudah membutuhkan untuk organisasi, karena ada kekosongan-kekosongan di organisasi,” kata Rudy kepada awak media seusai pelantikan.

Sejumlah posisi yang menjadi bagian dari penataan terdapat pada berbagai organisasi perangkat daerah (OPD), termasuk sektor pendidikan, inspektorat, Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), serta jajaran manajemen rumah sakit daerah.

“Bukan, semuanya nanti dan ini masih ada yang belum seperti pendidikan, masih inspektorat dan macam-macam nanti. Termasuk juga di PUPR, semuanya akan tidak semuanya juga, banyak,” jelas mantan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) dari daerah pemilihan Kaltim ini.

Selain mengisi kekosongan, Rudy menyebut rotasi jabatan dilakukan sebagai penyegaran organisasi sekaligus membuka kesempatan pengembangan karier bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemprov Kaltim.

“Kita laksanakan satu penyegaran, yang kedua untuk mendapatkan wawasan dan juga memberikan kesempatan kepada ASN-ASN kita dalam melaksanakan karier di ASN Pemprov Kaltim,” ujarnya.

Pada pelantikan tersebut, sejumlah pejabat pimpinan tinggi pratama mendapat penugasan baru. Andi Muhammad Ishak dipercaya menjabat Kepala Dinas (Kadis) Kesehatan Kaltim, sedangkan Jaya Mualimin berpindah menjadi Kadis Sosial Kaltim. Dasmiah dilantik sebagai Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kaltim.

Penataan juga dilakukan pada jajaran manajemen rumah sakit daerah. Ariesanty Irawaty Marhabang dipercaya sebagai Wakil Direktur Medik dan Keperawatan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Abdul Wahab Sjahranie, sedangkan Rosjidah Rahmawati menjadi Wakil Direktur Umum dan Keuangan RSUD Abdul Wahab Sjahranie.

Sementara itu, Nurliana Adriati Noor dilantik sebagai Wakil Direktur Medik dan Keperawatan RSUD dr. Kanujoso Djatiwibowo. Pergeseran tersebut menjadi bagian dari enam jabatan pimpinan tinggi pratama yang ditata dalam pelantikan kali ini.

Pemprov Kaltim menegaskan proses pengisian jabatan akan terus berlanjut sesuai kebutuhan organisasi dan tahapan administrasi. Penataan tersebut diharapkan mempercepat berjalannya fungsi perangkat daerah sekaligus memberikan ruang pengembangan karier bagi ASN agar pelayanan pemerintahan tidak terganggu akibat posisi yang belum terisi. []

Penulis: Guntur Riyadi | Penyunting: Nursiah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *