Pesawat Flydubai FZ1073 yang membawa 174 penumpang mendarat darurat di Arab Saudi setelah muncul dugaan konflik antara pilot berkewarganegaraan Oman dan UEA di dalam kokpit.
JAKARTA – Dugaan konflik di kokpit pesawat Flydubai nomor penerbangan FZ1073 memicu pendaratan darurat di Arab Saudi setelah pesawat yang membawa 174 penumpang itu sempat mengirimkan sinyal pembajakan dan kehilangan kontak pada Rabu (30/9). Laporan media Israel, Yedioth Ahronoth, menyebut kopilot berkewarganegaraan Oman diduga berupaya menjatuhkan pesawat, sedangkan pilot berkewarganegaraan Uni Emirat Arab (UEA) berusaha menghentikannya.
Insiden tersebut terjadi ketika pesawat dalam perjalanan dari Dubai, UEA, menuju Bandara Ben Gurion, Israel. Pesawat yang dijadwalkan tiba pukul 09.30 waktu setempat itu membawa 174 penumpang, termasuk 27 anak-anak.
Sinyal pembajakan yang dikirimkan pesawat memicu respons darurat otoritas Israel. Dua jet tempur dikerahkan untuk mengantisipasi kemungkinan ancaman terhadap penerbangan tersebut.
Namun, berdasarkan penilaian otoritas, insiden itu bukan pembajakan oleh pihak luar, melainkan dugaan perkelahian antara dua pilot di dalam kokpit.
Menurut laporan Yedioth Ahronoth, perselisihan tersebut diduga berkembang menjadi aksi kekerasan menggunakan pisau lipat hingga menyebabkan salah seorang pilot terluka. Seorang pejabat Israel menyebut pilot yang mengalami luka dan bersimbah darah merupakan orang yang diduga berupaya membahayakan pesawat.
Kopilot berkewarganegaraan Oman tersebut dilaporkan sedang menjalani pemeriksaan oleh otoritas Arab Saudi bersama otoritas Israel. Penyelidikan dilakukan untuk mendalami dugaan percobaan bunuh diri dan terorisme yang berkaitan dengan insiden tersebut.
Setelah situasi darurat ditangani, pesawat Flydubai akhirnya mendarat dengan selamat di Bandara Tabuk, Arab Saudi. Pendaratan itu mengakhiri perjalanan yang sempat memicu kekhawatiran mengenai keselamatan penumpang.
Maskapai menyatakan seluruh penumpang berada dalam keadaan aman. Pemerintah Israel juga mengirimkan pesawat pengganti untuk membawa mereka melanjutkan perjalanan menuju Tel Aviv.
Peristiwa ini menempatkan tindakan dan kondisi kedua pilot sebagai fokus penyelidikan, terutama untuk memastikan penyebab konflik di kokpit serta mengungkap rangkaian kejadian yang membuat pesawat harus mengalihkan pendaratan. Informasi mengenai identitas kedua pilot tersebut sebagaimana diberitakan CNN Indonesia, Rabu, (30/09/2026). []
Redaksi1
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan