Iran membantah klaim Donald Trump bahwa Teheran meminta penghentian serangan, sementara media pemerintah Iran menyebut AS justru menarik kembali ancamannya.
TEHERAN – Pemerintah Iran membantah pernyataan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang menyebut Teheran meminta penghentian serangan dan membuka ruang negosiasi setelah konflik kedua negara kembali meningkat. Media pemerintah Iran menyatakan tidak ada permintaan resmi dari pihak Iran untuk menghentikan operasi militer AS.
Sejumlah media Iran justru menyampaikan narasi bahwa Trump yang menarik kembali ancaman sebelumnya terhadap Teheran. Mereka menilai pernyataan mengenai adanya permintaan penghentian serangan tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya.
Sebagaimana diberitakan CNN Indonesia, Senin, (03/08/2026), sejumlah media pemerintah Iran seperti FARS News Agency, KayhanOnline, dan Mehr News menolak klaim bahwa Iran meminta AS menghentikan serangan maupun mengubah sikap terkait kawasan strategis Selat Hormuz.
“Trump si bodoh sudah kehabisan tenaga,” demikian laporan FARS News Agency.
Media KayhanOnline yang dikelola oleh kantor Pemimpin Tertinggi Iran juga menyampaikan pandangan serupa terkait perkembangan konflik kedua negara.
“Trump mundur dari posisinya sekali lagi setelah sekitar seminggu membuat dan mengancam Iran, mengeklaim kesepakatan sudah dekat,” demikian menurut KayHanOnline.
Sementara itu, Mehr News turut membantah pernyataan Trump dan menyebut pemimpin AS tersebut berusaha menggambarkan penghentian serangan sebagai bentuk keputusan sepihak yang menguntungkan Iran.
“Trump sekali lagi menarik diri dari ancaman kosongnya dan menampilkan penarikan diri kepada dunia sebagai sebuah bantuan,” demikian berita Mehr News.
Pemerhati politik di Teheran, Morteza Semiari, menggambarkan situasi tersebut melalui peribahasa Persia “Sekali lagi gunung Amerika melahirkan tikus”, yang bermakna ancaman besar pada awalnya berakhir tanpa hasil yang dianggap sebanding.
Di sisi lain, Mehr News menyebut Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) tetap berada dalam kondisi siaga tinggi untuk menghadapi berbagai kemungkinan, meskipun Iran menilai sejumlah ancaman dari AS tidak terbukti.
Sebelumnya, Trump menyatakan melalui media sosial Truth Social bahwa AS menghentikan serangan setelah mendapat permintaan dari Iran serta sejumlah negara Timur Tengah, seperti Uni Emirat Arab, Arab Saudi, dan Qatar.
“Kami baru saja diminta Iran, dan negara Timur Tengah lain untuk menahan serangan apapun karena batasan serangan yang sudah disetujui,” tulis Trump di media sosial buatannya Truth Social.
Trump juga menyebut Iran siap melakukan perundingan yang akan membahas isu Selat Hormuz dan program nuklir Iran.
“Berkaitan dengan Selat Hormuz dan pada akhirnya juga denuklirisasi,” ujar Trump.
Ketegangan antara AS dan Iran kembali meningkat setelah kedua negara terlibat bentrokan bersenjata meski sebelumnya telah menyepakati penghentian pertempuran melalui nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU). Konflik kembali berlanjut setelah kedua pihak melancarkan serangan balasan selama hampir dua pekan []
Redaksi08
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan