Kaltara Jadi Provinsi Teraman Kedua, Investasi Makin Terbuka

Kaltara tercatat sebagai provinsi teraman kedua di Indonesia setelah Bali, capaian yang dinilai menjadi modal penting bagi pembangunan, investasi, dan kenyamanan masyarakat.

BULUNGAN – Status Kalimantan Utara (Kaltara) sebagai provinsi teraman kedua di Indonesia dinilai menjadi modal penting untuk memperkuat pembangunan, menarik investasi, dan menjaga kenyamanan aktivitas masyarakat di wilayah perbatasan.

Capaian itu disampaikan Gubernur Kaltara Zainal A. Paliwang seusai menghadiri upacara dan syukuran Hari Bhayangkara ke-80 di Markas Kepolisian Daerah (Polda) Kaltara, sebagaimana dilansir Dkisp, Rabu, (01/07/2026).

Zainal mengatakan, posisi Kaltara sebagai provinsi teraman kedua setelah Bali merupakan hasil kerja bersama pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat. Menurut dia, keamanan daerah tidak dapat dibangun oleh satu pihak saja, melainkan melalui sinergi yang konsisten.

“Kita bersyukur Kaltara menjadi provinsi teraman nomor dua di Indonesia setelah Bali. Capaian ini harus terus kita pertahankan bahkan ditingkatkan,” kata Zainal.

Ia menilai predikat tersebut harus menjadi dorongan bagi seluruh elemen daerah untuk terus menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Stabilitas keamanan, kata dia, berpengaruh langsung terhadap kelancaran pembangunan dan kepercayaan investor.

Menurut Zainal, daerah yang aman membuat masyarakat dapat beraktivitas dengan nyaman. Pada saat yang sama, iklim investasi juga menjadi lebih baik karena pelaku usaha memiliki kepercayaan untuk menanamkan modal di Kaltara.

Zainal juga menekankan pentingnya kekompakan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dalam merespons berbagai persoalan daerah. Komunikasi antarunsur pimpinan, menurut dia, tidak hanya berlangsung dalam forum resmi, tetapi juga melalui pertemuan informal yang memperkuat koordinasi.

“Kami sering bertemu, berdiskusi, bahkan ngopi bersama untuk memastikan komunikasi tetap terjalin dan setiap persoalan bisa segera diselesaikan,” ujarnya.

Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Kaltara Djati Wiyoto Abadhy juga menilai sinergi lintas instansi menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas daerah. Menurut dia, komunikasi cepat antarinstansi membuat berbagai persoalan dapat ditangani secara efektif sebelum berkembang menjadi gangguan kamtibmas.

Momentum Hari Bhayangkara ke-80 menjadi pengingat bahwa keamanan bukan hanya urusan aparat, tetapi juga menjadi fondasi utama pembangunan daerah. Karena itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara bersama Forkopimda berkomitmen menjaga stabilitas wilayah agar pembangunan, kesejahteraan masyarakat, dan investasi terus tumbuh secara berkelanjutan. []

Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com