ilustrasi

Karhutla Gambut Meluas, Petuk Katimpun Aktifkan TSAK dan Kaltana

Karhutla gambut yang semakin meluas dan memicu kabut asap pekat membuat Kelurahan Petuk Katimpun mengaktifkan TSAK dan Kaltana untuk memperkuat 15 personel MPA yang sebelumnya menangani kebakaran.

PALANGKA RAYA – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kelurahan Petuk Katimpun, Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah (Kalteng), dilaporkan semakin meluas dan memicu kabut asap lebih pekat. Kondisi tersebut mendorong pemerintah kelurahan mengaktifkan 20 personel tambahan dari Tim Serbu Api Kelurahan (TSAK) dan Kelurahan Tangguh Bencana (Kaltana) mulai Rabu (19/08/2026).

Penambahan personel dilakukan karena penanganan karhutla sebelumnya lebih banyak mengandalkan Masyarakat Peduli Api (MPA) yang berjumlah 15 orang. Luasnya area terbakar membuat tim tersebut dinilai kewalahan sehingga diperlukan tambahan kekuatan untuk mempercepat pemadaman.

Lurah Petuk Katimpun Berita Asi mengatakan karhutla di wilayahnya telah meluas sehingga membutuhkan lebih banyak personel agar penanganan di lapangan dapat dilakukan secara maksimal.

Saat ini, Kaltana diperkuat 10 personel, TSAK 10 personel, dan MPA 15 personel. Dengan demikian, sedikitnya 35 relawan dilibatkan dalam penanganan kebakaran di wilayah tersebut.

Dalam operasi pemadaman, para relawan pemadam kebakaran (damkar) dikoordinasikan oleh Bintara Pembina Desa (Babinsa) dan Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas).

Berita Asi menjelaskan kondisi karhutla di Petuk Katimpun semakin parah karena kawasan yang terbakar merupakan lahan gambut. Karakteristik gambut membuat api dapat bertahan di bawah permukaan tanah dan menghasilkan asap dalam waktu lama.

Kabut asap yang menyelimuti wilayah tersebut juga dilaporkan semakin pekat akibat kepulan asap dari titik-titik kebakaran yang belum berhasil dipadamkan sepenuhnya, sebagaimana dilansir Media center Palangka raya, Rabu, (19/08/2026).

Pemerintah Kelurahan Petuk Katimpun berharap tambahan personel mampu mempercepat pemadaman titik api yang masih aktif sehingga produksi asap dapat ditekan dan kondisi lingkungan berangsur membaik.

Penguatan personel tersebut sekaligus diharapkan meningkatkan efektivitas penanganan karhutla di kawasan gambut Petuk Katimpun, terutama untuk mencegah kebakaran meluas dan dampak kabut asap semakin mengganggu masyarakat. []

Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com