Petugas Damkar harus menempuh jalur sungai menggunakan perahu untuk menangani kebakaran di Desa Babaung yang menghanguskan dua rumah dan menyebabkan seorang warga terluka ringan.
KOTAWARINGIN TIMUR – Akses menuju lokasi melalui jalur sungai menjadi tantangan dalam penanganan kebakaran yang menghanguskan dua rumah dan berdampak pada satu rumah lainnya di Desa Babaung, Kecamatan Pulau Hanaut, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Jumat (04/09/2026). Seorang warga juga dilaporkan mengalami luka ringan akibat terkena api.
Personel Pemadam Kebakaran (Damkar) Sektor Samuda harus menggunakan perahu untuk mencapai lokasi kebakaran. Penanganan dilakukan bersama personel Komando Rayon Militer (Koramil) Samuda dan Relawan Pemadam Kebakaran (Redkar) Kecamatan Samuda.
Kepala Seksi (Kasi) Hubungan Masyarakat Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kotim Hery Wahyudi mengatakan petugas langsung bergerak setelah menerima laporan kejadian.
“Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Sektor Samuda menerima laporan kebakaran dan langsung melakukan persiapan untuk menuju lokasi,” Kepala Seksi Hubungan Masyarakat Disdamkarmat Kotim Hery Wahyudi.
Karena lokasi kejadian tidak dapat langsung dijangkau melalui jalur darat, petugas menempuh perjalanan menggunakan perahu untuk membawa personel menuju Desa Babaung. Upaya tersebut dilakukan agar api dapat segera dikendalikan dan tidak merembet lebih luas ke bangunan lain.
“Setibanya di lokasi, petugas langsung melakukan pemadaman untuk mengendalikan kobaran api. Petugas kemudian melakukan proses pendinginan guna mencegah api kembali muncul,” katanya, sebagaimana diberitakan Radar Sampit, Jumat, (04/09/2026).
Berdasarkan laporan sementara, kebakaran menghanguskan dua rumah. Satu rumah lainnya turut terdampak, sementara seorang warga mengalami luka ringan setelah terkena api.
Belum diketahui penyebab kebakaran maupun nilai kerugian materiel yang ditimbulkan. Petugas masih menunggu hasil pendataan dan pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahui asal api serta total kerugian akibat kejadian tersebut.
Peristiwa itu menunjukkan pentingnya kesiapsiagaan penanganan kebakaran di kawasan yang memiliki keterbatasan akses darat, terutama permukiman yang harus dijangkau melalui jalur sungai, agar respons darurat dapat tetap dilakukan secepat mungkin. []
Redaksi
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan