Palangka Raya Siapkan 50 Pelajar Jadi Duta Baca 2026

Sebanyak 50 pelajar tingkat SMP hingga SMA sederajat mengikuti pembinaan Duta Baca 2026 untuk dipersiapkan sebagai penggerak budaya membaca dan literasi informasi di Palangka Raya.

PALANGKA RAYA – Sebanyak 50 pelajar jenjang menengah di Kota Palangka Raya disiapkan menjadi penggerak literasi melalui rangkaian Pemilihan Duta Baca Kota Palangka Raya Tahun 2026. Mereka diharapkan tidak hanya bersaing dalam proses seleksi, tetapi mampu menjadi figur yang mengajak pelajar dan masyarakat membangun kebiasaan membaca serta mengolah informasi secara kritis.

Puluhan peserta tersebut berasal dari jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP)/Madrasah Tsanawiyah (MTs) serta Sekolah Menengah Atas (SMA)/Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)/Madrasah Aliyah (MA) sederajat. Mereka mengikuti pembekalan dan pembinaan di Aula Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispursip) Kota Palangka Raya, Kamis (03/09/2026), sebagai bagian dari tahapan Pemilihan Duta Baca 2026.

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah (Setda) Kota Palangka Raya Yohn Benhur Gohan Pangaribuan mengatakan keberadaan figur yang dekat dengan masyarakat dapat membantu menyampaikan pesan literasi secara lebih menarik, terutama kepada generasi muda.

“Program peningkatan pembudayaan kegemaran membaca dapat dilakukan melalui kampanye atau sosialisasi dengan menampilkan figur yang dapat menjadi contoh dan inspirasi, salah satunya melalui Duta Baca,” kata Benhur saat membuka Pembekalan dan Pembinaan Pemilihan Duta Baca Kota Palangka Raya di Aula Dispursip Kota Palangka Raya, Kamis (03/09/2026).

Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya menilai Duta Baca harus memiliki peran lebih luas daripada sekadar menyandang gelar dalam sebuah kompetisi. Figur terpilih diharapkan mampu berinteraksi dengan masyarakat, menyampaikan pesan literasi secara berkelanjutan, serta menjadi contoh bagi lingkungan sekolah dan masyarakat.

Pemilihan tersebut juga diarahkan untuk menjaring generasi muda yang memiliki wawasan, kemampuan komunikasi, dan kepedulian terhadap perkembangan budaya membaca. Dengan kapasitas tersebut, Duta Baca diharapkan dapat menjembatani program pemerintah di bidang literasi dengan kebutuhan masyarakat, khususnya kalangan pelajar.

Benhur juga mendorong perubahan cara pandang masyarakat terhadap perpustakaan. Menurutnya, perpustakaan tidak hanya berfungsi sebagai tempat menyimpan dan meminjam buku, tetapi dapat menjadi ruang belajar, pengembangan pengetahuan, serta sumber informasi bagi masyarakat.

“Penguatan budaya literasi juga perlu dilakukan dengan menyesuaikan pola komunikasi dengan perkembangan zaman. Generasi muda saat ini memiliki akses yang luas terhadap berbagai sumber informasi, sehingga kemampuan membaca perlu diikuti dengan kemampuan memahami dan mengolah informasi secara tepat,” jelasnya.

Pesan tersebut menjadi salah satu materi penting dalam pembinaan peserta, sebagaimana diwartakan Media Center Palangka Raya, Kamis, (03/09/2026). Di tengah derasnya arus informasi digital, peserta tidak hanya dituntut memiliki kegemaran membaca, tetapi juga kemampuan memahami, menyeleksi, dan mengolah informasi secara tepat.

Setelah mengikuti pembekalan dan pembinaan, sebanyak 50 peserta akan menjalani tahapan seleksi sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Proses tersebut diharapkan menghasilkan Duta Baca yang mampu menjalankan fungsi edukasi dan kampanye literasi secara konsisten.

Pemko Palangka Raya berharap Duta Baca terpilih nantinya tidak berhenti beraktivitas setelah rangkaian pemilihan selesai. Mereka diharapkan menjadi penggerak literasi yang memperluas budaya membaca hingga ke sekolah, keluarga, dan lingkungan masyarakat sehingga program literasi dapat memberikan dampak yang berkelanjutan. []

Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com