Tim gabungan baru berhasil memadamkan sekitar 3 hektare dari total 10 hektare lahan yang terbakar di kawasan Gunung Pocong, Pulau Derawan, sementara sejumlah titik api masih sulit dijangkau akibat medan berbukit dan lereng.
BERAU – Medan berbukit dan lereng menjadi kendala utama tim gabungan memadamkan kebakaran lahan seluas sekitar 10 hektare di kawasan Gunung Pocong Kilometer 09, Kampung Kasai, Kecamatan Pulau Derawan, Kabupaten Berau. Dari luas area terdampak, sekitar 3 hektare telah berhasil dipadamkan, sementara sejumlah titik api lainnya masih sulit dijangkau.
Tim gabungan yang diterjunkan terdiri atas personel Kepolisian Resor (Polres) Berau, Kepolisian Sektor (Polsek) Pulau Derawan, Manggala Agni, Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP) Berau Utara, serta masyarakat.
Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Pulau Derawan Iwan Purwanto mengatakan pemadaman dilakukan setelah tim mendeteksi titik api di kawasan tersebut. Lokasi kebakaran berjarak sekitar 45 kilometer dari Polsek Pulau Derawan dan dapat dijangkau menggunakan kendaraan roda empat.
“Tim gabungan sudah melakukan upaya pemadaman di lokasi. Kondisi medan cukup sulit karena berada di kawasan berbukit dan lereng, sehingga tidak seluruh titik api dapat dijangkau,” ujar Iwan.
Sebanyak 22 personel terlibat dalam penanganan kebakaran, terdiri atas lima personel Bantuan Kendali Operasi (BKO) Polres Berau, empat personel Polsek Pulau Derawan, dua personel Manggala Agni, lima personel KPHP Berau Utara, dan enam warga.
Untuk mendukung pemadaman, tim menggunakan satu unit kendaraan pemadam kebakaran, kendaraan Polsek Pulau Derawan, kendaraan BKO Polres Berau, 14 gulung selang, satu set mesin pompa, serta dua unit jet shooter.
Berdasarkan pemantauan di lapangan, area yang terbakar merupakan lahan milik warga berupa perkebunan kelapa sawit dan kawasan hutan. Material yang terbakar meliputi pepohonan, pakis, ilalang, serta semak belukar.
Kondisi medan membuat sebagian titik api belum dapat dijangkau tim. Upaya pemantauan dan pemadaman lanjutan tetap dilakukan untuk mencegah api meluas ke kawasan lainnya.
“Kami terus berkoordinasi dengan KPHP Berau Utara, Manggala Agni dan masyarakat untuk melakukan pemantauan serta upaya pemadaman lanjutan,” katanya.
Iwan mengatakan cuaca panas dan belum turunnya hujan di Kecamatan Pulau Derawan membuat daun serta ranting mengering dan lebih mudah terbakar. Hingga kini, sumber api masih dalam penyelidikan.
Polisi masih mendalami sejumlah kemungkinan penyebab kebakaran, termasuk percikan puntung rokok maupun aktivitas pembakaran. Namun, penyebab pasti belum dapat disimpulkan sebelum proses penyelidikan selesai.
Polsek Pulau Derawan bersama unsur terkait mengimbau masyarakat tidak membuka lahan dengan cara membakar. Kebakaran lahan berpotensi meluas, sulit dikendalikan, dan menghasilkan asap yang dapat memicu gangguan kesehatan, termasuk infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).
Pemantauan di kawasan Gunung Pocong akan terus dilakukan bersama KPHP Berau Utara, Manggala Agni, dan masyarakat untuk memastikan titik api dapat dikendalikan serta mencegah kebakaran kembali meluas. []
Redaksi
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan