Venezuela menetapkan status darurat nasional setelah dua gempa besar menewaskan 164 orang, melukai 971 orang, dan memicu pencarian korban di reruntuhan bangunan.
CARACAS – Venezuela menetapkan status darurat nasional setelah dua gempa besar mengguncang negara itu dan menewaskan sedikitnya 164 orang serta melukai 971 orang per Kamis (25/06/2026).
Jumlah korban dikhawatirkan terus bertambah karena tim Search and Rescue (SAR) dan otoritas setempat masih mencari serta mengevakuasi warga dari reruntuhan bangunan, sebagaimana diberitakan Cnn Indonesia, Kamis (25/06/2026).
Pelaksana Presiden Venezuela Delcy Rodriguez menyebut negaranya juga diguncang 30 gempa susulan setelah dua gempa kuat terjadi pada Rabu malam waktu setempat.
Berdasarkan data United States Geological Survey (USGS), gempa pertama berkekuatan magnitudo 7,2 berpusat di San Felipe, Negara Bagian Yaracuy. Sekitar 39 detik kemudian, gempa lebih kuat kembali terjadi dengan magnitudo 7,5.
USGS memperingatkan gempa kedua berpotensi menimbulkan korban jiwa dalam jumlah besar dan kerusakan luas. Lembaga itu memperkirakan terdapat peluang 44 persen korban tewas melampaui 10.000 orang, serta peluang 30 persen angka kematian melebihi 100.000 orang.
Guncangan gempa juga dirasakan hingga Caracas. Sejumlah bangunan dilaporkan runtuh, pasokan bahan bakar terputus, dan warga yang terjebak di bawah reruntuhan terdengar meminta pertolongan.
Menteri Dalam Negeri Venezuela telah mengimbau warga segera meninggalkan rumah demi keselamatan. Pemerintah setempat juga mempercepat penanganan darurat di wilayah terdampak.
Sejumlah negara, termasuk Amerika Serikat (AS), China, Spanyol, dan Prancis, menyatakan kesiapan mengirim bantuan darurat ke Venezuela. Dukungan internasional itu diharapkan mempercepat pencarian korban, evakuasi warga, serta pemulihan awal di lokasi bencana. []
Redaksi
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan