Pemkot Singkawang menggandeng 27 media lokal untuk memperkuat penyebaran informasi akurat dan menangkal hoaks di era digital.
SINGKAWANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Singkawang memperkuat tata kelola informasi publik dengan menggandeng 27 media lokal dalam Forum Kemitraan Pemerintah dan Media, sebagai langkah strategis menghadapi tantangan disinformasi di era keterbukaan informasi.
Melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Singkawang, forum ini diarahkan untuk menyamakan pola komunikasi antara pemerintah dan insan pers, sekaligus memastikan setiap informasi yang dipublikasikan kepada masyarakat bersifat akurat, terverifikasi, dan bertanggung jawab.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kadis Kominfo) Kota Singkawang, Chantal Novyanti, menegaskan bahwa kemitraan ini bukan sekadar forum koordinasi, tetapi bagian dari upaya membangun ekosistem informasi yang sehat di daerah.
“Kita mengadakan kegiatan forum kemitraan dan koordinasi media dengan pemerintah kota melalui Diskominfo. Harapannya semua media bisa berkolaborasi dalam mempublikasikan program kerja pemerintah,” ujarnya.
Menurutnya, di tengah derasnya arus informasi, peran media semakin krusial, tidak hanya sebagai penyampai informasi, tetapi juga sebagai mitra strategis dalam menjaga kualitas informasi publik. “Pemerintah membutuhkan media untuk menyampaikan kebijakan secara akurat, sementara media juga menjadi saluran penting dalam menyampaikan aspirasi masyarakat,” ujarnya.
Ia menyoroti bahwa tantangan terbesar saat ini adalah maraknya informasi yang tidak valid yang berpotensi memicu keresahan publik, sehingga diperlukan sinergi kuat antara pemerintah dan media.
“Era keterbukaan informasi ini tantangan kita semakin besar. Arus informasi begitu cepat, namun tidak jarang dibarengi dengan hoaks atau disinformasi yang dapat memicu keresahan,” lanjutnya.
Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Diskominfo Kota Singkawang, Fredrik MHS, menjelaskan bahwa pola kerja sama antara pemerintah dan media kini telah beralih ke sistem digital yang lebih transparan dan akuntabel.
Menurutnya, seluruh bentuk kerja sama publikasi, mulai dari advertorial, iklan layanan masyarakat, hingga promosi program pemerintah, telah menggunakan mekanisme berbasis e-katalog.
“Semua telah dilakukan secara terbuka secara online, jadi segala bentuk kemitraan sudah jarang sekali yang bertatap muka. Jadi ini yang harus dipahami bersama,” katanya.
Fredrik menambahkan, Diskominfo akan terus berperan sebagai simpul distribusi informasi resmi pemerintah kepada media, dengan memastikan setiap data yang disampaikan telah melalui proses verifikasi.
“Dari forum ini, kita samakan pemahaman dan pola komunikasi kita. Nanti segala informasi mengenai kegiatan, program hingga kebijakan Pemerintah Kota Singkawang akan kita sampaikan untuk sama-sama kita publikasikan. Intinya data atau informasi tersebut benar dan tidak misinformasi,” ujarnya.
Forum ini diharapkan menjadi fondasi komunikasi jangka panjang antara Pemkot Singkawang dan media, guna memperkuat transparansi serta meningkatkan kepercayaan publik terhadap informasi pemerintah, sebagaimana diwartakan Kominfo, Senin (27/04/2026). []
Redaksi
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan