Latihan militer NATO yang melibatkan simulasi serangan nuklir memicu kekhawatiran Rusia atas potensi eskalasi konflik di Eropa Timur.
WARSAWA – Ketegangan kawasan Eropa Timur kembali meningkat seiring rencana latihan militer gabungan antara Prancis dan Polandia yang disebut akan mensimulasikan skenario serangan konvensional hingga nuklir, sementara Rusia menuding aliansi Barat menyiapkan operasi strategis di wilayah sensitifnya.
Latihan tempur tersebut disiapkan oleh dua negara anggota Pakta Pertahanan Atlantik Utara atau North Atlantic Treaty Organization (NATO) dengan fokus pada skenario konflik berskala besar yang melibatkan Rusia dan Belarusia. Di sisi lain, Moskow merespons dengan klaim bahwa NATO juga akan menggelar latihan yang mencakup simulasi blokade serta upaya perebutan Wilayah Kaliningrad, sebuah eksklave Rusia di kawasan Baltik.
Pemerintah Rusia menilai rangkaian latihan tersebut sebagai langkah provokatif yang berpotensi memperburuk stabilitas keamanan regional. Kaliningrad sendiri memiliki posisi strategis karena berbatasan dengan negara-negara anggota NATO dan menjadi titik penting dalam sistem pertahanan Rusia.
Sementara itu, pihak NATO dan negara-negara anggotanya belum memberikan penjelasan rinci terkait tujuan spesifik latihan tersebut. Namun, latihan militer semacam ini lazim dilakukan sebagai bagian dari peningkatan kesiapsiagaan dan interoperabilitas antarnegara anggota aliansi.
Situasi ini menambah daftar panjang dinamika hubungan antara Rusia dan negara-negara Barat yang dalam beberapa tahun terakhir terus diwarnai ketegangan, terutama sejak meningkatnya konflik geopolitik di kawasan Eropa Timur.
Informasi mengenai rencana latihan militer ini sebagaimana diberitakan Sindonews, Jumat (24/04/2026).[]
Redaksi1
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan