Perubahan arah angin saat pemadaman karhutla membuat Maulana Adi Saputra tersambar api hingga mengalami luka bakar 75 persen pada tangan, bahu, leher, dan wajah.
PALANGKA RAYA – Perubahan arah angin saat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) nyaris menjangkau permukiman warga berujung petaka bagi Maulana Adi Saputra (20). Relawan muda di Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah (Kalteng), itu mengalami luka bakar hingga 75 persen setelah kobaran api menyambar tubuhnya ketika berusaha menyelamatkan diri dari lokasi kebakaran.
Adi, pemuda yang baru lulus Sekolah Menengah Atas (SMA), mengalami luka bakar pada tangan, bahu, leher, hingga wajah. Setelah sempat menjalani perawatan di rumah sakit selama dua hari, dia kini menjalani rawat jalan di rumah untuk memulihkan luka yang dialaminya.
Insiden bermula ketika Adi bersama tujuh rekannya membantu memadamkan karhutla di kawasan Jalan Diponegoro-Yos Sudarso, Palangka Raya. Api ketika itu hampir merambat ke permukiman warga sehingga para relawan berupaya menghentikan penyebarannya.
Pada awal pemadaman, kondisi di lokasi masih memungkinkan para relawan bekerja dengan aman. Situasi kemudian berubah setelah angin tiba-tiba berembus ke arah mereka dan membuat asap semakin tebal.
Ancaman api yang semakin sulit dikendalikan membuat Adi dan rekan-rekannya memutuskan keluar dari kawasan kebakaran. Saat meninggalkan lokasi, Adi berada di posisi paling belakang.
Ketika hampir mencapai tempat aman, arah angin kembali berubah dan membawa kobaran api ke arah Adi. Api kemudian menyambar tubuhnya sebelum dia berhasil keluar dari area kebakaran.
Dampak luka yang dialaminya mulai terlihat jelas setelah Adi tiba di rumah pada malam hari. Kulit di sejumlah bagian tubuhnya melepuh dan berair sehingga orang tuanya segera membawanya ke rumah sakit.
“Saat malam saya pulang dari lokasi melihat badan sudah melepuh, bergelembung, berair dan langsung dibawa ke rumah sakit,” kata Adi.
Berdasarkan pemeriksaan dokter, luka bakar yang dialami Adi mencapai sekitar 75 persen. Kondisi relawan muda tersebut sebagaimana diberitakan Inews, Senin, (31/08/2026), masih dalam proses pemulihan setelah diperbolehkan meninggalkan rumah sakit.
Adi diperkirakan harus menjalani rawat jalan selama kurang lebih dua bulan hingga luka bakarnya pulih. Masa perawatan tersebut menjadi bagian penting untuk memastikan kondisi kulit dan bagian tubuh yang terdampak dapat kembali membaik.
Meski mengalami luka bakar serius saat menjalankan tugas kemanusiaan, Adi masih menyimpan keinginan untuk kembali membantu masyarakat setelah pulih. Pengalamannya sekaligus menunjukkan besarnya risiko yang dihadapi relawan karhutla, terutama ketika perubahan arah angin dapat berlangsung cepat dan mengubah kondisi pemadaman dalam hitungan singkat. []
Redaksi
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan