Potensi Ekonomi Dimaksimalkan, Banjarmasin Bidik Pertumbuhan 6 Persen

Pemkot Banjarmasin menargetkan pertumbuhan ekonomi 5,7 persen pada 2027 dengan rancangan APBD sekitar Rp2,1 triliun yang diarahkan untuk memperkuat investasi, infrastruktur, UMKM, dan kesempatan kerja.

BANJARMASIN – Pemerintah Kota (Pemkot) Banjarmasin membidik pertumbuhan ekonomi sebesar 5,7 persen pada 2027 melalui rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang disiapkan senilai sekitar Rp2,1 triliun. Target tersebut diarahkan untuk memperkuat investasi, infrastruktur, aktivitas usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta memperluas kesempatan kerja.

Target pertumbuhan ekonomi itu disampaikan Wali Kota Banjarmasin Muhammad Yamin dalam rapat paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Banjarmasin mengenai penyampaian rancangan peraturan daerah (Raperda) tentang APBD 2027 di gedung dewan, Senin (14/9/2026).

“Kita optimis pertumbuhan ekonomi pada 2027 lebih baik dari tahun ini,” ujarnya sebagaimana diberitakan Antara, Senin, (14/09/2026).

Yamin menyebut pertumbuhan ekonomi Banjarmasin menunjukkan tren peningkatan dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2024, pertumbuhan tercatat 5,63 persen dan meningkat menjadi 5,66 persen pada 2025. Pemerintah daerah optimistis pertumbuhan pada 2026 kembali mengalami kenaikan dan mencapai 5,7 persen pada 2027.

“Target ini sejalan dengan tema pembangunan pada 2027, yakni pertumbuhan ekonomi berkualitas dan inklusif melalui investasi dan infrastruktur yang terintegrasi berwawasan lingkungan,” ujarnya.

Menurut Yamin, sasaran tersebut tidak semata-mata mengejar angka pertumbuhan ekonomi. Pemerintah ingin menjadikannya sebagai ukuran keberhasilan pembangunan dalam mendorong aktivitas ekonomi, investasi, UMKM, kesempatan kerja, pendapatan, dan kesejahteraan masyarakat.

Untuk mendukung agenda tersebut, rancangan APBD 2027 menetapkan pendapatan daerah sekitar Rp2,1 triliun. Nilai itu terdiri atas pendapatan asli daerah (PAD) sebesar Rp781 miliar dan transfer dari pemerintah pusat sekitar Rp1,3 triliun.

“Sedangkan untuk rancangan belanja daerah sama sekitar Rp2,1 triliun,” ujarnya.

Rancangan anggaran tersebut masih akan dibahas bersama DPRD Kota Banjarmasin sebelum ditetapkan menjadi dasar pelaksanaan berbagai program pembangunan pada 2027.

Di sisi lain, Pemkot Banjarmasin menilai iklim investasi di daerah tersebut masih berjalan baik hingga 2026. Sebagai kota yang mengandalkan sektor jasa dan perdagangan, pemerintah daerah berkomitmen menjaga sekaligus meningkatkan kondisi tersebut pada tahun berikutnya.

Data Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Banjarmasin menunjukkan realisasi investasi pada triwulan I 2026 mencapai Rp864 miliar dari target Rp1,2 triliun.

Wakil Ketua DPRD Kota Banjarmasin Mathari menyatakan dukungannya terhadap kebijakan Pemkot Banjarmasin untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi melalui berbagai program dan kebijakan pembangunan.

Dia menilai sinergi antara pemerintah, DPRD, dan pelaku ekonomi daerah menjadi salah satu faktor penting untuk mencapai target pertumbuhan tersebut.

“Bahkan kita yakin bisa lebih atau mencapai 6 persen, jika potensi yang ada dimaksimalkan,” ujarnya.

Dengan rancangan APBD 2027 yang berimbang antara pendapatan dan belanja sekitar Rp2,1 triliun, pemerintah dan DPRD Banjarmasin diharapkan dapat mengarahkan anggaran pada sektor yang mampu menciptakan pertumbuhan ekonomi sekaligus memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat. []

Redaksi08

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com